tag:blogger.com,1999:blog-44985467930160269822016-09-22T19:58:03.014-07:00Mozaik IslamChandra Kartikonoreply@blogger.comBlogger345125tag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-58486272316152245762016-09-15T19:39:00.001-07:002016-09-15T19:39:09.151-07:00MENJAWAB TUDUHAN BUMI DATAR MENURUT ALQUR'AN <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-yiVmAkLRt8E/V9tbPI1n-uI/AAAAAAAACUY/moPox7fhPSsM94psfR3UGk63rGBddsg7QCLcB/s1600/MENJAWAB%2BTUDUHAN%2BBUMI%2BDATAR%2BMENURUT%2BALQUR%2527AN.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="362" src="https://2.bp.blogspot.com/-yiVmAkLRt8E/V9tbPI1n-uI/AAAAAAAACUY/moPox7fhPSsM94psfR3UGk63rGBddsg7QCLcB/s640/MENJAWAB%2BTUDUHAN%2BBUMI%2BDATAR%2BMENURUT%2BALQUR%2527AN.png" width="640" /></a></div><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp; </span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Para kafir harby sering kali menuduh Ayat Alqur’an tidak ilmiah berkaitan dengan anggapan bahwa menurut Alqur’an bumi itu datar. Berikut ini dalil Alqur’an yang biasa mereka pakai:</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />DALIL PERTAMA:<br />firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surat Al-Hijr: 19, “Dan Kami (Allah) telah menghamparkan bumi….”. Nah lihatlah, kata mereka, bukankah ayat ini dengan gamblang telah menjelaskan bahwa bumi itu terhampar, dan tidak dikatakan bulat…! Kemudian mereka pun dengan enteng mengkafirkan semua orang yang berseberangan faham dengan mereka.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />DALIL KEDUA:<br />adalah firman Allah pada surat Al-Baqarah: 22, “Dialah (Allah) yang telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan (firasy) bagimu.”</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />DALIL KETIGA:<br />adalah firman Allah pada surat Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata...”</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />DALIL KEEMPAT:<br />adalah firman Allah pada surat An-Naba 78: 6-7, &nbsp;“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak?</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />DALIL KELIMA<br />adalah firman Allah pada surat Al-Ghasyiyah : 20, “Dan bumi bagaimana dihamparkan ?”</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Memang secara tekstual, bunyi ayat-ayat di atas mengatakan bahwa bumi ini terhampar, seumpama firasy, karpet, atau tempat tidur. Namun, apakah sesederhana itu sajakah memahamkan ayat Al-Qur’an….? Apakah memahamkan al-Qur’an yang agung cukup secara tekstual saja, kemudian mengabaikan arti kontekstualnya…? Kalau demikian, yakni Al-Qur’an hanya difahamkan secara tekstual saja, maka pasti akan hilanglah kehebatan dan keagungan Al-Qur’an itu. Padahal ada banyak ayat suci Al-Qur’an dan hadis yang mendudukkan derajat orang-orang berpengetahuan berada beberapa tingkat di atas orang awam. Dalam hal ini, pemahaman kontekstual jelas memerlukan daya nalar yang lebih tinggi dibandingkan sekedar pemahaman tekstual saja. Dengan demikian, pantaslah kiranya jika Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi dalam banyak hadis beliau, memuji dan menyatakan bahwa orang yang berilmu pengetahuan, yang memakai akal dan nalar, memiliki derajat yang tinggi jauh berbeda dengan orang awam.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br /></b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b>PEMBAHASAN MASALAH</b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Pada surat Al-Hijr ayat 19 dikatakan bahwa Allah telah menghamparkan bumi. Disitu tidak ada dikatakan bagian yang dihamparkan adalah bagian bumi tertentu, tetapi yang terhampar adalah bumi secara mutlak. Sehingga dengan demikian, jika kita berada di suatu tempat di bagian manapun dari pada bumi itu (selatan, barat, utara, dan timur), maka kita akan melihat bahwa bumi itu datar saja, SEOLAH-OLAH TERHAMPAR di hadapan kita. Kemudian jika kita berjalan dan terus berjalan dengan mengikuti satu arah yang tetap, maka bumi itu akan terus menerus kita dapati terhampar di hadapan kita sampai suatu saat kita kembali ke tempat semula saat awal berjalan. Hal ini telah jelas membuktikan bahwa justru bumi itu bulat adanya. Sebaliknya, jika saja bumi itu berbentuk kubus, misalnya, maka pasti hamparan itu suatu saat akan terpotong, dan kita akan menuruni suatu bagian yang menjurang, menurun, TIDAK LAGI TERHAMPAR…..!</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Selanjutnya, jika bumi itu adalah sebuah hamparan seperti karpet atau tikar, maka jika ada orang yang melakukan perjalanan lurus satu arah secara terus menerus, maka orang itu pada akhir perjalanannya akan sampai pada ujung bumi yang terpotong, dan tidak akan pernah kembali ke tempatnya semula, di mana dia memulai perjalanannya yang pertama dulu. Penelitian dan pengalaman manusia telah membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan secara terus menerus ke satu arah tertentu tidak pernah menemukan ujung dunia yang terpotong, melainkan terus menerus yang ditemukan hanyalah hamparan demi hamparan di tanah yang dilalui, untuk kemudian perjalanan itu berakhir pada tempat semula saat perjalanan pertama dimulai. Hal ini tidak mungkin dapat terjadi jika saja bumi itu tidak bulat keberadaannya.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Penjelasan yang lebih gamblang adalah pada surat Al-Baqarah ayat 22: “ Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi itu firasy (hamparan, kapet) BAGIMU ……” Perhatikan kata-kata “bagimu”. Al-Qur’an dalam hal ini, tidak sekedar mengatakan bahwa bumi itu hamparan umpama karpet saja, kemudian berhenti pada kalimat itu, tapi ada kata tambahan lain yaitu “bagimu”. Artinya, bagi kita manusia yang tinggal di atas permukaan bumi ini, bumi terasa datar. Walaupun, bumi itu pada kenyataannya adalah tidak datar. Hanya TERASA DATAR bagi kita manusia. Terasa datar bukan berarti benar-benar datar, bukan….?</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Penjelasan kata “karpet (firasy)” bagimu bukankah bisa diartikan sebagai sesuatu yang berfungsi untuk diduduki atau dipakai tidur, dengan aman dan nyaman…?. Kata firasy dalam bahasa Indonesia dapat diartikan karpet, atau ranjang adalah sesuatu yang nyaman dan aman dan dipakai untuk tidur. Nampaknya arti seperti ini dapat dipakai, sebab keberadaan struktur bumi ini memang berlapis-lapis. Bagian intinya sangat panas dengan suhu ribuan derajat celcius yang mematikan. Namun demikian, pada bagian LAPISAN YANG PALING ATAS, ada sebuah lapisan keras setebal 70 kilometer, disebut lapisan kerak bumi yang paling aman dan nyaman, dengan suhu yang aman pula bagi kehidupan. Seolah-olah lapisan bumi bagian atas itu adalah ‘karpet’ atau ‘ranjang’ yang terbentang luas dan melindungi manusia serta seluruh makhluk Allah yang berada di atasnya, aman dari bahaya lapisan bumi bagian dalam yang cair, yang sangat panas lagi mematikan itu.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kemudian dalam QS.Qaf:7, “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata...”</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Perhatikan gambaran bumi dalam ayat lainnya:<br />waal-ardha ba'da dzaalika dahaahaa<br />[79:30] Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />tejemahan bahasa Indonesia kembali menyaakan kata ini dengan 'hamparan'.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Lalu ketika Al-Qur'an menyebut kata 'al-ardha' atau 'al-ardhi' yang diterjemahkan menjadi 'bumi', bisa juga merujuk kepada 'permukaan bumi' atau lapisan bumi paling luar tempat kita berpijak, lihat ayat ini :<br />walakum fii al-ardhi mustaqarrun wamataa'un ilaa hiinin<br />[2:36] dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />wa-idzaa tawallaa sa'aa fii al-ardhi liyufsida fiihaa wayuhlika alhartsa waalnnasla waallaahu laa yuhibbu alfasaada<br />[2:205] Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ayat-ayat tersebut merupakan sinyal-sinyal ilmiah dari Al-Qur'an tentang proses pembentukan kulit bumi, tempat kita berpijak, disitu ada indikasi terjadinya proses yang berangsur-angsur, mulai dari sedikit lalu meluas menjadi seperti permukaan bumi yang ada sekarang, ibarat orang menggelar/menghamparkan permadani..</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kata ‘farsya’ juga diartikan sebagian para ulama dengan ‘alas’ atau ‘tunggangan’. Sebagian ulama tafsir mengartikan sebagai ‘yang disembelih’, dalam hal ini adalah terkait dengan kambing, domba dan sapi (lihat Tafsir Al-Mishbah – Quraish Shihab). Ini menjelaskan bahwa hewan yang diembelih tersebut bisa dimanfaatkan, misalnya kulitnya sebagai alas untuk tempat duduk.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />wamina al-an'aami hamuulatan wafarsyan<br />[6:142] Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ini dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an yang lain :<br />waallaahu ja'ala lakum min buyuutikum sakanan waja'ala lakum min juluudi al-an'aami buyuutan tastakhiffuunahaa yawma zha'nikum wayawma iqaamatikum wamin ashwaafihaa wa-awbaarihaa wa-asy'aarihaa atsaatsan wamataa'an ilaa hiinin<br />[16:80] Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Maka lagi-lagi kata ‘farasy’ dalam ayat tersebut tidak mengandung unsur ‘datar’ melainkan ‘alas tempat duduk’. Tentu saja suatu yang dihamparkan/digelar/dibentangkan akan membentuk sesuai tempat dimana dia dihamparkan, hamparan akan berbentuk melengkung kalau dasar tempatnya juga melengkung, hamparan akan berbentuk datar kalau dasar tempatnya juga datar..</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kata tersebut juga dipakai dalam ayat lain :<br />muttaki-iina 'alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wajanaa aljannatayni daanin<br />[55:54] Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />wafurusyin marfuu'atin<br />[56:34] dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ayat tersebut juga tidak menyinggung tentang suatu bidang yang datar, tapi mengenai suatu benda yang 'dibentangkan' untuk tempat duduk-duduk atau istirahat.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />al’farasyi’ dalam ayat ini diartikan sebagai ‘anai-anai/laron’ yang baru lahir sehingga posisi mereka bertumpuk-tumpuk bergerak makin lama makin meluas, maka kata ini diikuti dengan ‘al-mabtsuutsi’ = bertebaran, menyebar makin lama makin luas, dalam kalimat ini juga tidak ada korelasi antara kata ‘faraasyi’ dengan datar, melainkan menjelaskan sesuatu yang berkembang meluas. Bisa dilihat dalam ayat ini :</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />yawma yakuunu alnnaasu kaalfaraasyi almabtsuutsi<br />[101:4] Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />QS 2:22</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />alladzii ja'ala lakumu al-ardha firaasyan</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />[2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Farasya = ‘fa-ra-syin’</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kata tersebut berasal dari kata ‘farasya’ yang berarti : to spread out, extend, stretch forth, furnish = menghampar, mempunyai kata turunan : furusy (berbentuk jamak, bentuk tunggalnya : firasy). Kata ‘firasy’ berarti : hamparan yang biasanya digunakan untuk duduk atau berbaring. Dari situ kata tersebut juga bisa diartikan : permadani, kasur atau ranjang. Dalam kalimat ini tidak ada kaitan sesuatu yang terhampar dengan ‘datar’.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ketahuilah wahai saudaraku seiman, bahwa bumi yang kita tempati ini berbentuk bulat menurut kesepakatan para ulama. Hal ini mereka nyatakan jauh-jauh hari sebelum para ilmuwan barat menyatakan hal ini. Berkata Imam Ibnu Hazm dalam Al-Fishal fil Milal wan Nihal (2/97) : Pasal penjelasan tentang bulatnya bumi. Tidak ada satupun dari ulama kaum muslimin semoga Allah meridlai mereka- yang mengingkari bahwa bumi itu bulat, dan tidak dijumpai bantahan atau satu kalimat pun dari salah seorang dari mereka, bahkan al-Quran dan as-Sunnah telah menguatkan tentang bulatnya bumi.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Hal senada pernah dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dengan menukil perkataan Imam Abul Husain Ahmad bin Jafar bin Munadi salah seorang ulama Hanabillah yang sangat masyhur di zamannya- berkata : Demikianlah juga para ulama sepakat bahwasanya bumi dengan segala gerakannya, baik di darat maupun di laut itu bulat [Lihat Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 25/159] Dan Syaikhul Islam pun menukil adanya ijma para ulama mengenai hal ini dari Imam Ibnu Hazm dan Abul Faraj Ibnul Jauzi. [Lihat Majmu Fatawa 6/586]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Berkata Imam Ibnu Hazm : Kita katakan kepada orang yang tidak memahami masalah ini : Bukankah Allah mewajikan kepada kita untuk shalat Dzuhur apabila matahari telah bergeser ke arah barat (zawal)? Pasti dia akan menjawab : Ya. Lalu tanyakan kepadanya tentang makna bergesernya matahari ke arah barat, pasti jawabannya adalah bahwa matahari telah berpindah dari tempat pertengahan jarak antara waktu terbitnya dengan waktu tenggelamnya, dan ini terjadi di semua waktu dan semua tempat. Maka orang yang mengatakan bahwa bumi itu datar dan tidak bulat dia harus mengatakan bahwa orang yang tinggal di daerah bumi paling timur harus shalat Dhuhur saat matahari barusan terbit, juga orang yang tinggal di daerah paling barat tidak menjalankan shalat Dhuhur kecuali di pengunjung siang dan ini adalah sesuatu yang sudah keluar dari ketetapan syariat Islam [Lihat Al-Fishal 2/87 dengan diringkas)</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Adapun firman Allah. Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan? {Al-Ghasyiyah [88] : 20] Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa bumi itu datar, karena sebuah benda yang bulat kalau semakin besar, maka akan semakin tidak kelihatan bulatnya dan akan nampak seperti datar. [Lihat Hidayatul Hairan Fi Masalatid Daurah oleh Syaikh Abdul karim Al-Humaid hal. 56]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Berkata Syaikh Bin Baz : Keberadaan bumi itu bulat tidak bertentangan dengan bahwa permukaan bumi itu datar yang layak untuk dijadikan tempat tinggal, sebagaimana firman Allah Taala. Artinya : Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan [Al-Baqarah [2] ; 22]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Juga firmanNya. Artinya : Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? [An-Naba [78] : 6-7] Artinya : Dan bumi bagaimana dihamparkan ? [Al-Ghasyiyah [88] : 20]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kesimpulannya, bumi itu bentuknya bulat namun permukaannya datar agar bisa dijadikan tempat tinggal dan dimanfaatkan oleh manusia. Dan saya tidak menemukan dalil naqli dan hissi yang menentang masalah ini [Lihat Al-Adilah An-Naqliyah wal Hissiyah oleh Syaikh Ibnu Baz hal. 103]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br /></b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b>LANGITPUN BULAT</b><br />Adapun mengenai keberadaan bahwa langit itu bulat, maka ini pun sesuatu yang telah disepakati oleh para ulama Islam. Berkata Imam Ibnu Katsir : Imam Ibnu Hazm, Ibnul Munadi dan Ibnu Jauzi serta para ulama lainnya telah menukil adanya ijma bahwa langit itu bulat [Lihat Al-bidayah wan Nihayah 1/69 tahqiq DR Abdullah At-Turki, lihat juga Al-Fishal 1/97-100]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Dan ini pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Telah kami jelaskan bahwa langit itu bulat menurut para ulama dari kalangan sahabat dan tabiain, bahkan tidak hanya satu orang ulama yang mana mereka adalah orang paling mengetahui tentang riwayat menyatakan bahwa langit itu bulat, seperti Abul Husain bin Munadi, Ibnu Hazm dan Ibnul Jauzi [Majmu Fatawa 25/195]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Dalil mengenai masalah ini sangat banyak, di antaranya adalah firman Allah Artinya : Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya [Yasin [36] : 40] Berkata Hasan Al-Bashri bahwa maksudnya adalah berputar, berkata Ibnu Abbas : Berputar pada falak seperti falkah mighzal Falkah mighzal adalah kayu berbentuk bulat yang digunakan untuk menenun kain. Juga firman Allah. Artinya : Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terjaga [Al-Anbiya : [21] : 32]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Keberadaan langit sebagai atap bumi, sedangkan bumi itu bulat maka langit pun bulat. Berkata Syaikhul Islam ibnu Taimiyah : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bhawa Arsy itu seperti kubah, dan ini adalah sebuay isyarat bahwa langit itu bulat”. Kemudian setelah ini, pahamilah wahai saudaraku, bahwa bumi kita ini adalah pusat alam semesta. Dia berada persis di tengah-tengah lingkaran langit. Hal ini adalah sesuatu yang disepakati oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam beberapa tempat dalam Majmu Fatawa beliau. Beliau berkata : “Bahwasanya bumi terletak di tengah bulatan langit. Yang menunjukkan hal ini adalah bahwasanya semua benda langit itu terlihat dari bumi di segala penjuru langit dalam jarak yang sama, ini semua menunjukkan bahwa jauhnya antara bumi dan langit itu sama dari segala sisi, dan ini dengan tegas menunjukkan bahwa bumi itu terletak persis di tengah-tengah” [Lihat Majmu Fatawa 25/195]</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ilmuan Eropa, Galileo Galilei (1546-1642) mengatakan dengan tegas bahwa bumi berbentuk bulat. Pernyataannya ini oleh otoritas Gereja dianggap &nbsp;menyimpang sehingga dia harus dihadapkan pada hukuman mati.<br />Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebenaran pernyataan Galileo tersebut pun semakin jelas. Belakangan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa dialah orang pertama yang menemukan teori bulatnya bumi.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br /></b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b>Bagaimana Pendapat Ulama Islam?</b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Sebenarnya jauh-jauh sebelum Galileo, sudah banyak ulama dan ilmuan yang mengatakan bahwa pelanet bumi ini berbentuk bulat.<br />Lebih jelasnya mari kita lihat beberapa perkataan ulama Islam berikut ini:Ilmuan Islam, Ibnu Khaldun (1332 - 1406 M / 732H – 808 H): "Ketahuilah, sudah jelas di kitab-kitab para ilmuan dan peneliti tentang alam bahwa bumi berbentuk bumi…." (Muqaddimah Ibnu Khaldun, Kairo).<br />Ulama Islam, Ibnu Taimiyah (1263-1328 M): "Ketahuilah, bahwa mereka (para ulama) sepakat bahwa bumi berbentuk bulat. Yang ada di bawah bumi hanyalah tengah. Dan paling bawahnya adalah pusat…." (Al-Jawab Ash-Shahih li Man Baddala Din Al-Masih).</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Bagi Qazuaini (seorang ilmuan), salah satu bukti bumi berbentuk bulat adalah bintang-bintang dan planet-planet yang berbentuk bulat (Atsar Al-Bilad wa Akhbar Al-Bilad).<br />Selain mereka, masih banyak ilmuan dan ulama Islam klasik yang menyebutkan di dalam bukunya bahwa bumi berbentuk bulat. Di antara buku tersebut adalah:<br />1. Muruj Al-Dzahab wa Ma'adin Al-Jauhar, oleh Mas'udi Ali Husain Ali bin Husain (w. 346 H).<br />2. Ahsan Taqasim fi Ma'rifah Al-Aqalim, oleh Al-Maqdisi (w. 375 H)<br />3. Kitab Shurah Al-Ardh, oleh Ibnu Hauqal<br />4. Al-Masalik wa Al-Mamalik, oleh Al-Ishthikhry<br />5. Ruh Al-Ma'ani, oleh Imam Al-Alusi (ulama tafsir Al-Qur'an)<br />6. Mafatih Al-Ghaib, oleh Fakhru Ar-Razi (ulama tafsir Al-Qur'an)<br />Dan lain-lain.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b>Apakah Pendapat Mereka Bertentangan dengan Al-Qur'an?</b></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Tentu saja tidak. Justru Dr. Hadi bin Mar'i dalam bukunya "Mausu'ah Al-Ilmiyah fi I'jaz Al-Qur'anul Karim" (Penerbit Attawfiqiah, Kairo) mengambil dalil bumi berbentuk bulat dari isyarat Al-Qur'an. Demikian juga para ahli tafsir lainnya. <br />Ada satu ayat Al-Qur’an lagi yang patut kita perhatikan sebagai tambahan penjelasan masalah ini, inilah jawaban telak tentang tuduhan bumi itu datar menurut Alqur'an: surat Az-Zumar ayat 5</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا<br />هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />"Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Maha Mulia, Maha Pengampun." (QS.Az-Zumar:5)</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Kata “at-takwir” artinya adalah menggulung. Pada ayat di atas dengan jelas Allah berfirman bahwa malam menggulung siang dan siang menggulung malam. Kalau malam dan siang dapat saling menggulung, pastilah karena keduanya berada pada satu TEMPAT YANG BULAT secara bersama-sama. Bagaimana keduanya dapat saling menggulung jika berada pada tempat yang datar….? Kalau saja kejadian itu pada tempat yang datar, mestinya akan lebih tepat jika dipakai kata MENIMPA atau MENINDIH.</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Dari keterangan ayat di atas juga dapat diperoleh gambaran bahwa pada permukaan bumi ini setiap saat, separuh permukaannya senantiasa malam, dan separuh lagi permukaannya adalah siang hari. Hal ini dapat digambarkan dari keterangan ayat, dimana seolah-olah bagian kepala dari sang malam itu menggulung bagian ekor dari sang siang, namun pada saat yang sama bagian kepala dari sang siang sedang menggulung pula bagian ekor dari sang malam. Sebanyak bagian siang yang digulung malam, maka pada saat yang bersamaan, sebanyak itu pula bagian malam yang sedang digulung oleh sang siang. Sekali lagi, keterangan ini menggambarkan bahwa terjadinya hal menakjubkan tersebut di atas bumi, hanya jika permukaan BUMI ITU BULAT adanya…!</span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br />Ajaibnya, keterangan-keterangan ini ditulis dalam ayat-ayat Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu, disaat orang-orang Eropa dan Amerika masih primitif, dan masih menganggap bumi ini datar serta menganggapnya sebagai pusat bagi jagad raya ini.<br />Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.... </span>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-47357466329583889442016-09-14T21:18:00.002-07:002016-09-14T21:18:16.987-07:00Hina Nabi Muhammad, Penulis Ini Masuk RSJ<br /><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Ahmad Fauzi kini harus menerima kenyataan pahit. Penulis sejumlah buku menghina Islam itu masuk rumah sakit jiwa.<br /><br />Sebelumnya, dalam beberapa buku yang ditulisnya, Ahmad Fauzi menghina Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim dan Nabi Adam. Nabi Ibrahim disebutnya sebagai nabi kriminal karena mau menyembelih Ismail. Nabi Adam dan Hawa dihina sebagai incest. Semuanya dibahas dalam bukunya yang berjudul Tragedi Incest Adam dan Hawa &amp; Nabi Kriminal.<br /><br />Selain itu, Ahmad Fauzi juga menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menuliskan bahwa beliau mendapat wahyu melalui proses kesurupan. Islam pun disebut sebagai agama skizofrenia sebagaimana judul sebuah buku yang ditulisnya.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-31l0Nl9TZok/V9og78HJ9eI/AAAAAAAACUE/1sSxtHw6Pe0NM8xxAK-IB_57FyZhkE6ZQCLcB/s1600/Hina%2BNabi%2BMuhammad%252C%2BPenulis%2BIni%2BMasuk%2BRSJ.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="362" src="https://2.bp.blogspot.com/-31l0Nl9TZok/V9og78HJ9eI/AAAAAAAACUE/1sSxtHw6Pe0NM8xxAK-IB_57FyZhkE6ZQCLcB/s640/Hina%2BNabi%2BMuhammad%252C%2BPenulis%2BIni%2BMasuk%2BRSJ.png" width="640" /></a><br /><br /><br /><br />Seperti dirilis Okezone, Selasa (13/9/2016), Ahmad Fauzi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah sehubungan dengan tulisan-tulisannya yang memicu kemarahan umat Islam.<br /><br />Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, Polda Jateng membawa Fauzi ke Rumah Sakit Jiwa Dokter Aminogondohutomo, untuk dilakukan observasi. Di RSJ, Fauzi ditempatkan di ruang isolasi kompleks Gedung UPIP.<br /><br />Menurut kuasa hukum Fauzi, Zaenal Arifin, observasi terhadap kliennya sudah rampung pada Selasa. Hari ini, rencananya pihak rumah sakit akan mempublikasikan rekam medis kliennya apakah benar mengidap skizofrenia atau tidak.<br /><br />Sedangkan menurut Yunanto Adi, Fauzi memang telah lama mengidap skizofrenia. Yakni sejak tahun 1998. Karenanya, Fauzi harus minum obat setiap hari agar tidak kambuh.<br /><br />Namun ketika di RSJ, kata Adi, Fauzi tidak minum obat sehingga penulis kontroversial itu tidak nyaman saat bertemu dengan teman-temannya. [Ibnu K/Tarbiyah.net] sumber :http://www.tarbiyah.net/2016/09/hina-nabi-muhammad-penulis-ini-masuk-rsj.html</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-46743017974726242822016-09-12T19:18:00.002-07:002016-09-12T19:18:46.031-07:00Iblis Memberitahukan Rahasia Besarnya pada Rasulullah<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-Q5fPTLhSBKI/V9dg2Rdv8VI/AAAAAAAACTw/pv51PAFusocxnrTKzW_ArrzMEMCpV3YEgCLcB/s1600/Iblis%2BMemberitahukan%2BRahasia%2BBesarnya%2Bpada%2BRasulullah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="324" src="https://2.bp.blogspot.com/-Q5fPTLhSBKI/V9dg2Rdv8VI/AAAAAAAACTw/pv51PAFusocxnrTKzW_ArrzMEMCpV3YEgCLcB/s640/Iblis%2BMemberitahukan%2BRahasia%2BBesarnya%2Bpada%2BRasulullah.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Hadis ini diriwayatkan dari Muadz bin Jabal ra. dari Ibnu Abbas ra.&nbsp; Dia berkata bahwa pada suatu hari dirinya bersama sahabat lainnya dan Rasulullah sedang mengadakan pertemuan di rumah salah seorang sahabat Anshar di Madinah.Tiba-tiba dari luar rumah terdengar seseorang mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.</span><br /><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Iblis : “Wahai penghuni rumah, apakah kalian mengizinkan aku masuk, karena kalian membutuhkan aku..?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat,</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW : “Apakah kalian tahu siapa yang berseru itu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Para Sahabat : “Tentu Allah dan rasulnya yang lebih tahu.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW : “Dia adalah Iblis yang terkutuk! Semoga Allah senantiasa melaknatnya.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Umar bin Khatab ra. : “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengizinkan aku membunuhnya..?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW : “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan (Hari Kiamat)?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW melanjutkan perkataanya, Beliau meminta kepada sahabat agar mendengarkan dan memahami&nbsp; ucapan yang disampaikan iblis.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Setelah pintu dibuka, masuklah iblis ditengah-tengah majelis tersebut. Rupa iblis terlihat sangat mengerikan. Dia adalah sosok tua dengan mata buta sebelah serta memiliki janggut sebanyak tujuh helai dan menyerupai rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah dan memanjang ke atas. Kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, dan kedua bibirnya seperti bibir macan.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Iblis : “Assalamu’ alaika ya Muhammad (Salam untukmu wahai Muhammad), assalamu’ alaikum ya jama’ atal muslimin (Salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin).”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah SAW : “Assalamu’ lillah ya la’ inin (Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai mahluk terlaknat).&nbsp; Aku mengetahui engkau punya keperluan terhadap kami.&nbsp; Apa keperluanmu itu wahai Iblis..?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas&nbsp; kemauanku, namun karena terpaksa.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa yang&nbsp; memaksamu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Allah&nbsp; SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah&nbsp; dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau&nbsp; berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Oleh&nbsp; karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku&nbsp; berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Orang Yang Dibenci Iblis</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Rasulullah&nbsp; SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur,&nbsp; siapakah manusia yang paling kau benci?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk&nbsp; Allah yang paling aku&nbsp; benci.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa&nbsp; selanjutnya?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi&nbsp; kepada Allah SWT.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“lalu siapa&nbsp; lagi?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang Aliim dan wara’&nbsp; (Loyal)”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Lalu siapa&nbsp; lagi?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang&nbsp; yang selalu&nbsp; bersuci.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa&nbsp; lagi?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah&nbsp; mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”</span><br /><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa tanda&nbsp; kesabarannya?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya&nbsp; kepada orang lain selama 3&nbsp; hari, Allah akan memberi pahala orang -orang&nbsp; yang sabar.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">” Selanjutnya&nbsp; apa?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang kaya yang bersyukur.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa tanda&nbsp; kesyukurannya?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan&nbsp; mengeluarkannya juga dari tempatnya.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang seperti apa Abu&nbsp; Bakar menurutmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam&nbsp; islam.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Umar bin&nbsp; Khattab?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Usman bin&nbsp; Affan?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Aku&nbsp; malu kepada orang yang&nbsp; malaikat pun malu kepadanya.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Ali bin Abi&nbsp; Thalib?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Aku&nbsp; berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan&nbsp; aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Amalan Yang&nbsp; Dapat Menyakiti Iblis</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang kau rasakan&nbsp; jika melihat seseorang dari umatku yang hendak&nbsp; shalat?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Aku&nbsp; merasa panas dingin dan gemetar.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Kenapa?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x&nbsp; kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Jika seorang umatku&nbsp; berpuasa?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Tubuhku terasa terikat hingga ia&nbsp; berbuka.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Jika ia berhaji?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Aku&nbsp; seperti orang gila.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Jika ia membaca al-Quran?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Jika ia&nbsp; bersedekah?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku&nbsp; dengan gergaji.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Mengapa bisa begitu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya.&nbsp; Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak&nbsp; akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam&nbsp; musibah akan terhalau dari dirinya.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat mematahkan&nbsp; pinggangmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Suara kuda perang di jalan&nbsp; Allah.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat melelehkan&nbsp; tubuhmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Taubat orang yang bertaubat.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat membakar hatimu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Istighfar di waktu siang dan malam.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Sedekah yang diam – diam.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat menusuk matamu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Shalat fajar.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang dapat memukul&nbsp; kepalamu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Shalat berjamaah.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang paling mengganggumu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Majelis para ulama.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Bagaimana cara makanmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Dengan tangan kiri dan jariku.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Di bawah kuku manusia.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Manusia Yang Menjadi&nbsp; Teman Iblis</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Nabi&nbsp; lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai&nbsp; Iblis?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Pemakan riba.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa sahabatmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Pezina.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa teman tidurmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Pemabuk.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa tamumu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Pencuri.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa utusanmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Tukang sihir.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Apa yang membuatmu gembira?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Bersumpah dengan cerai.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa&nbsp; kekasihmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang&nbsp; yang meninggalkan shalat jumaat”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Siapa manusia yang paling&nbsp; membahagiakanmu?”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Orang&nbsp; yang meninggalkan shalatnya dengan&nbsp; sengaja.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Semoga dengan mengetahui ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW selalu membekali diri dengan iman, melakukan amalan yang membuat Iblis menjadi lemah, menjauhi hal-hal yang diinginkan mahkluk terlaknat tersebut. Allah lah maha pemilik ilmu pengetahuan. </span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sumber: Infoyunik.com</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-19910790520507455862016-09-12T19:05:00.004-07:002016-09-12T19:05:53.385-07:00[Video] “Makkah Tercipta karena Seorang Wanita” Ini Bikin Ustadz Yusuf Mansur Menangis<div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Setiap muslim pasti rindu datang ke kota suci Makkah. Apalagi pada musim haji seperti ini.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Sebuah video berjudul “Makkah Tercipta karena Seorang Wanita” membuat Ustadz Yusuf Mansur menangis.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />“Sungguh saya menangis melihat video ini dan bergetar hati..” kata pimpinan Pesantren Darul Quran ini melalui akun resmi Facebooknya.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Video berdurasi 6 menit 43 detik ini adalah ceramah Syaikh Bilal Assad. Ia menjelaskan tentang sejarah kota Makkah. Dimulai dari pernikahan Ibrahim dengan Hajar, setelah Sarah tidak jua memiliki keturunan. Sarah-lah yang memberikan Hajar untuk dinikahi Ibrahim.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Setelah Ibrahim dan Hajar menikah, Allah kemudian mengaruniakan kepada mereka seorang putra bernama Ismail yang kemudian menjadi Nabi. Namun saat bayi yang telah lama dinanti kehadirannya itu lahir, tak lama kemudian Ibrahim membawanya ke sebuah lembah dan meninggalkannya bersama Hajar di sana.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span><br /><a href="https://1.bp.blogspot.com/-H9U5gniGh-8/V9deh8Y7cwI/AAAAAAAACTk/OGRw-FRpPSkvL4CrSNBLxx7LG4tMEMRegCLcB/s1600/Video%2B%25E2%2580%259CMakkah%2BTercipta%2Bkarena%2BSeorang%2BWanita%25E2%2580%259D%2BIni%2BBikin%2BUstadz%2BYusuf%2BMansur%2BMenangis.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="406" src="https://1.bp.blogspot.com/-H9U5gniGh-8/V9deh8Y7cwI/AAAAAAAACTk/OGRw-FRpPSkvL4CrSNBLxx7LG4tMEMRegCLcB/s640/Video%2B%25E2%2580%259CMakkah%2BTercipta%2Bkarena%2BSeorang%2BWanita%25E2%2580%259D%2BIni%2BBikin%2BUstadz%2BYusuf%2BMansur%2BMenangis.png" width="640" /></a>&nbsp;<span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"></span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Hajar tak mengerti mengapa ia dan bayinya ditinggal pergi. Ibrahim bahkan tak menjawab ketika ditanya “kepada siapa engkau meninggalkan kami?” Ibrahim semakin menjauh. Hingga akhirnya Hajar mengganti pertanyaannya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu?” Ibrahim menjawab, “Ya”</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />“Kalau begitu, Allah tidak akan membiarkan kami. Allah tidak akan menelantarkan kami” kata Hajar tenang.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Kisah itu berlanjut ketika Hajar dan Ismail tak lagi memiliki air. Maka Hajar berlari dari bukit Safa ke Marwa hingga tujuh kali, demi mencari air. Tak juga ia mendapatkannya. Namun, air justru memancar dari bawah kaki bayinya. Itulah sumber mata air zam zam yang kemudian membuat tempat itu menjadi sebuah kota. Makkah. Banyak musafir yang berhenti di sana. Dan kemudian setelah dibangun ka’bah, ia menjadi kota yang lebih banyak dikunjungi, hingga saat ini jutaan orang tiap tahun mengunjungi kota suci tersebut untuk berhaji.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />“Allah menakdirkan di sana juga tumbuh sebuah kota, yang tak pernah ada sebelumnya dan hal ini dikarenakan kesalehan Hajar. Allah mengangkat derajatnya di dalam Al-Qur’an, dia diangkat derajatnya hingga hari ini. Jutaan muslim di seluruh dunia pergi berhaji. Baik pria dan wanita melakukan ritual dari seorang wanita? Apa yang kita lakukan? Kita berlari-lari kecil di antara Safa dan Marwa hanya karena seorang wanita,” kata Bilal Assad dalam ceramah itu. Ia kemudian mengajak umat Islam untuk meneladani Hajar. Agar umat Islam mencari kemuliaan dari Allah, bukan berambisi ingin dihormati manusia.</span><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Diantara keunggulan video ceramah ini, selain kata-katanya yang sarat makna juga backsound-nya yang cukup membantu kontemplasi. Ditambah dengan video masjidil haram di bagian akhir ceramah, membuat pemirsa semakin menghayati. [Ibnu K/Tarbiyah.net]</span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/scpYeggxdqo" width="560"></iframe>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-24036125360213491032016-09-12T07:08:00.003-07:002016-09-12T07:08:58.604-07:00Rahasia Keagungan Hari Arafah <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://3.bp.blogspot.com/-YVr6Zhig_QE/V9a2wrPzkgI/AAAAAAAACTQ/f-4YUDTkt3MpUTYwYiWhlgxNe_qkiKlHwCLcB/s1600/Ini%2BDia%2BFoto%2BPuncak%2BHaji%2B2016%2Bdi%2BArafah%2BYang%2BBikin%2BHaru1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="432" src="https://3.bp.blogspot.com/-YVr6Zhig_QE/V9a2wrPzkgI/AAAAAAAACTQ/f-4YUDTkt3MpUTYwYiWhlgxNe_qkiKlHwCLcB/s640/Ini%2BDia%2BFoto%2BPuncak%2BHaji%2B2016%2Bdi%2BArafah%2BYang%2BBikin%2BHaru1.png" width="640" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-S4Pkhje4_gE/V9a2ls81MmI/AAAAAAAACTM/ooXUmfgYHPwmckCHKJlKfwKSp1BbqQbwwCLcB/s1600/Ini%2BDia%2BFoto%2BPuncak%2BHaji%2B2016%2Bdi%2BArafah%2BYang%2BBikin%2BHaru2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><br /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Hari Arafah 9 Dzulhijjah sudah diambang pintu. Memangnya ada apa ?<br /><br />Ketahuilah bahwa hari Arafah merupakan hari yang penuh dengan keutamaan, karena hari Arafah adalah hari:<br /><br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hari Allah membuka pintu maghfirah (ampunan) seluas-luasnya.<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hari bagi para jama’ah haji untuk wukuf yang merupakan inti haji.<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hari penyempurnaan agama&nbsp; dan nikmat yang agung kepada ummat Islam.<br /><br />Ummul mukminin Aisyah pernah menuturkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:<br /><br />مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمْ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُوْلُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟<br /><br />“Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikatnya seraya berkata: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348).<br /><br />Imam An-Nawawi berkata: “Hadits ini jelas sekali menunjukkan keutamaan hari Arafah”.<br /><br />Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:<br /><br />إِنَّ اللهَ لَيُبَاهِيْ الْمَلاَئِكَةَ بِأَهْلِ عَرَفَاتٍ يَقُوْلُ: اُنْظُرُوْا إِلىَ عِبَادِيْ شَعْثًا غَبْرًا<br /><br />“Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah kepada para malaikat. Allah berkata kepada mereka: Lihatlah para hambaKu, mereka dalam keadaan kusut dan berdebu” (HR. Ibnu Khuzaimah, no.2839, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Khuzaimah).<br /><br />Maka semestinya bagi kita untuk memanfaatkan hari Arafah untuk memperbanyak pundi-pundi pahala sebagai bekal menghadap Sang Maha Kuasa.<br /><br />Diantara amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa, berdasarkan hadits dari Abu Qotadah bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab:<br /><br />يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ<br /><br />“Puasa arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang” (HR. Muslim no. 1162).<br /><br />Subhanallah, alangkah murahnya kasih sayang Allah kepada hambaNya. Hanya dengan modal amalan yang sederhana tapi pahalanya begitu melimpah. Bukankah kita adalah makhluk hina yang berlumuran dosa ? Bukankah kita sangat butuh pada ampunanNya ?<br /><br />Sungguh berbahagia orang yang menghidupkannya dan sungguh rugi orang yang melalaikannya.<br /><br />Dan diantara amalan yang ditekankan juga adalah memperbanyak doa di hari Arafah. Karena doa saat itu adalah mustajab. Dan ini merupakan keadilan Allah. Jika para jamaah haji yang sedang wukuf doanya mustajab, demikian juga yang tidak haji disyariatkannya puasa karena doa orang puasa juga mustajab.<br /><br />***<br /><br />Penulis: Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi<br /><br />Artikel Muslim.or.id<br />Sumber: https://muslim.or.id/28654-rahasia-keagungan-hari-arafah.html</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-3811017053674595052016-09-11T21:27:00.001-07:002016-09-11T21:27:31.836-07:00Arab Saudi Negara Penyelenggara Event (EO) Paling Hebat Sedunia (Haji-Umroh), Piala Dunia Kalah <div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-TVmZqKfz_dI/V9YuWmnY0rI/AAAAAAAACS8/yk66ZPQ-YK4UnB4Y_dAnZa0i0lODBKXNACLcB/s1600/Arab%2BSaudi%2BNegara%2BPenyelenggara%2BEvent%2B%2528EO%2529%2BPaling%2BHebat%2BSedunia%2B%2528Haji-Umroh%2529%252C%2BPiala%2BDunia%2BKalah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" src="https://4.bp.blogspot.com/-TVmZqKfz_dI/V9YuWmnY0rI/AAAAAAAACS8/yk66ZPQ-YK4UnB4Y_dAnZa0i0lODBKXNACLcB/s1600/Arab%2BSaudi%2BNegara%2BPenyelenggara%2BEvent%2B%2528EO%2529%2BPaling%2BHebat%2BSedunia%2B%2528Haji-Umroh%2529%252C%2BPiala%2BDunia%2BKalah.png" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Negara manakah, penyelenggara event (EO) yang paling hebat sedunia?</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Jawabannya pasti ga pake mikir..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Arab Saudi ^_^</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">*</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Yap!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Negara lain.. bahkan kelas negara maju sekalipun, untuk menyambut event (paling keren, sebutlah) Piala dunia saja.. butuh bertahun-tahun persiapannya..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Itupun belum tentu sukses!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Banyak kekurangan dimana-mana..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Padahal dukungan dana dari mana-mana :)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bagaimana jika sebuah negara, menyambut tamu dari berbagai negara.. setiap jam ! :)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">(bisa saja saya menyebutnya setiap detik.. tapi saya sebut saja secara umum, setiap jam!)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Iya.. setiap jam!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">'lupakan' sejenak 'event tahunan' Ibadah Haji..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Untuk umroh saja..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Setiap jam selalu ada bis yang datang menggantikan bis yang pergi, keluar masuk Tanah Haram..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Petugas kebersihan bersiap sedia setiap waktu..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tuan rumah, bahkan sudah memaklumkan diri, pada karaktek-karakter Tamu ALLAH, yang berasal dari negeri-negeri muslim yang blom dapat hidayah hidup bersih :D ( ga usah disebut ya negeri mana aja.. :D) yang hobi buang sampah sembarangan..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Contohnya di Kawasan Masjidil Haram.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">5x dalam sehari, akan ada 'sesi' sampah-sampah baru berserakan..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dan sebelum sholat, sampah-sampah itu (biasanya) sudah berhasil di singkirkan.. bahkan dijalan-jalan.. karena jalan-jalan raya tsb akan segera dipakai sholat oleh tumpahan jamaah yang tidak tertampung di Mesjid dan halamannya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">*</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><a href="https://1.bp.blogspot.com/-TBS6Lyf8CAY/V9YuVMUxqxI/AAAAAAAACS4/uSv8ArEucw8dwrR3yPAHk_SprytCBd5AQCLcB/s1600/Arab%2BSaudi%2BNegara%2BPenyelenggara%2BEvent%2B%2528EO%2529%2BPaling%2BHebat%2BSedunia%2B%2528Haji-Umroh%2529%252C%2BPiala%2BDunia%2BKalah%2B2.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="532" src="https://1.bp.blogspot.com/-TBS6Lyf8CAY/V9YuVMUxqxI/AAAAAAAACS4/uSv8ArEucw8dwrR3yPAHk_SprytCBd5AQCLcB/s640/Arab%2BSaudi%2BNegara%2BPenyelenggara%2BEvent%2B%2528EO%2529%2BPaling%2BHebat%2BSedunia%2B%2528Haji-Umroh%2529%252C%2BPiala%2BDunia%2BKalah%2B2.png" width="640" /></a><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kondisi didalam masjid-pun demikian tertata rapi.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Jarak antar satu area Galon Zam-zam ke galon lainnya tidak terlalu jauh..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tidak akan pernah sang tamu yang jumlahnya ribuan SETIAP HARI hilir mudik itu kehausan! ^_^</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Galon-galon itu akan diisi ulang terus menerus, dengan durasi yang</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">sudah mereka atur sedemikian rupa.. sehingga tak pernah ada galon yang sempat kosong!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dan kerennya lagi, setiap area Galon.. sudah tersedia 1 petugas yang siap mengepel air-air tercecer.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">(yah! Ga sedikit jamaah yang wudhu di kawasan minum :( )</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">*</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Itu belum termasuk, petugas pemungut sampah didalam masjid.. yang bertugas berkeliling setiap 5 menit dengan kantong besar.. memungut sampah-sampah kecil..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bungkus permen.. sisa tisu.. biji kurma.. dan sampah-sampah kecil lainnya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Semata-mata, terutama agar jamaah yang sepuh tak perlu bersusah payah bangkit sekedar untuk membuang sampah..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dan tentu saja, mengais sampah-sampah kecil yang ditinggalkan oleh jamaah-jamaah yang belom dapat hidayah membuang sampah ditempatnya :)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Belom masuk hitungan petugas yang mengepel lantai, menyedot debu karpet, merapikan Quran (yang dibaca dan tdk dikembalikan ketempatnya), merapikan waqaf kursi manula, dll</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">*</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Askar Masjidil Haram.. sering disebut galak dan tak berperasaan.. :)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Saya sih ga ketemu yang disebut galak..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Saya hanya melihat, petugas yang sedang berusaha menegakkan aturan untuk mengatur keamanan.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Jam-jam tertentu menjelang sholat 5 waktu, terutama sholat jum'at, Askar menutup pintu masuk masjid di lantai dasar, dan arah masuk kawasan Ka'bah.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dengan wajah dingin, mereka mengabaikan siapapun.. dengan alasan apapun.. untuk masuk!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tangan mereka hanya mengarahkan jamaah ke pintu masuk lainnya dilantai 2 atau lantai lainnya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dengan bahasa apapun anda memohon masuk.. diabaikan! :D</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Apa jahat?</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tidak!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">(menurut saya) mereka hanya menegakkan aturan untuk mencegah tumpukan jamaah di satu area.. disatu waktu.. karena bisa sangat berbahaya..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Apa tidak boleh masuk?</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Hehe..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Lihatlah kawan..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">didunia saja.. untuk mendapatkan tempat utama.. perlu perjuangan.. berlomba-lomba.. datang lebih awal ;)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Masak mau dapat peluang sholat di shaff terdepan, melihat punggung Imam Masjidil Haram.. tapi datengnya 15 detik setelah Qomat.. yang betul aja :D</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">*</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Itu segelintir cerita 'dibalik suksesnya penyelenggaraan' umroh di Mekkah yang tertangkap mataku :)</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Arab Saudi luar biasa..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Menjamu tamu dengan sangat sempurna!</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tak ada kepanasan..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tak ada kehausan..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tak ada pungutan liar :D</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kalo kata Ipin-upin..</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kite sayaaaaang Arab Saudi ;) &lt;3 p=""&gt;</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Betul betul betul! :D</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">(Yana Nurliana)</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">http://www.portalpiyungan.com/2016/09/arab-saudi-negara-penyelenggara-event.html </span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-81432909013842269592016-09-11T18:36:00.004-07:002016-09-11T18:36:53.877-07:00Agar Tak Lupa Hafalan Al Quran, Ini Tips dari Orangtua 3 Hafizh Termuda di Dunia<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://3.bp.blogspot.com/-bXTrWKgUnOw/V9YGoyQJiNI/AAAAAAAACSk/C1mXug7PKHs2casp9CHpuWKJyR9vxFWHACLcB/s1600/Agar%2BTak%2BLupa%2BHafalan%2BAl%2BQuran%252C%2BIni%2BTips%2Bdari%2BOrangtua%2B3%2BHafizh%2BTermuda%2Bdi%2BDunia.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="424" src="https://3.bp.blogspot.com/-bXTrWKgUnOw/V9YGoyQJiNI/AAAAAAAACSk/C1mXug7PKHs2casp9CHpuWKJyR9vxFWHACLcB/s640/Agar%2BTak%2BLupa%2BHafalan%2BAl%2BQuran%252C%2BIni%2BTips%2Bdari%2BOrangtua%2B3%2BHafizh%2BTermuda%2Bdi%2BDunia.png" width="640" /></a></span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Salah satu keluhan banyak orang yang berusaha menghafal Al Qur’an adalah mudah lupa. Malam hari hafal, besuk siangnya sudah lupa. Hari ini hafal, pekan depan lupa. Bagaimana agar tidak lupa hafalan Al Quran, berikut ini tips dari Dr. Kamil el Laboody dan Dr. Rasya Abdul Mun’im el Ghayyar, orangtua dari 3 hafizh termuda di dunia:</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br />Membiasakan shalat tahajud</b><br /><br />Ketika seseorang mengeluh mengapa ia mudah lupa hafalan Al Quran, Dr. Kamil el Laboody menyarankan agar orang tersebut membiasakan shalat tahajud. Shalat tahajud merupakan sarana mendekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dahsyat dan berefek pada bersihnya hati sehingga mudah mengingat Al Quran. Sebaliknya, hafalan Al Quran sulit bersatu dengan hati yang kotor.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br />Memperbanyak doa</b><br />Sebab Allah-lah yang menguasai hati manusia. Dia yang menurunkan kalam-kalam sucinya sebanyak 114 surat. Dia pula yang berkehendak meletakkan hafalan kalam suci ke dalam hati hamba yang dikehendakiNya. Maka perbanyaklah doa kepada Allah, khususnya di sepertiga malam yang terakhir setelah shalat tahajud agar Allah berkenan menjadikan kita penghafal Al Quran.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br />Mengulang hafalan dalam shalat sunnah</b><br /><br />Surat atau ayat yang telah dihafal hendaknya dibiasakan dibaca saat shalat sunnah. Dengan demikian, hafalan itu terjaga secara berulang-ulang dalam waktu yang lama.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b><br />Wirid harian</b><br /><br />Ketika diwawancarai oleh penulis buku Rahasia Sukses 3 Hafizh Qur’an Cilik Mengguncang Dunia, Dr. Rasya Abdul Mun’im el Ghayyar menyarankan agar penghafal Al Quran merutinkan wirid harian. Setelah ketiga anaknya hafal 30 juz, mereka bertiga rutin membaca tiga juz Al Quran setiap hari. Wirid harian dengan membaca tiga juz inilah yang menjadi muraja’ah mereka. Untuk menyelesaikan wirid harian tiga juz ini, mereka rata-rata membutuhkan waktu 2,5 jam.<br /><br />Dengan empat tips ini, terbukti Tabarak, Yazid dan Ziinah bukan hanya hafal Al Quran di usia 4,5 tahun sehingga menjadi 3 hafizh termuda di dunia, namun Allah juga menjaga hafalan mereka. (baca juga: Ini yang Dilakukan Ibu 3 Hafizh Termuda di Dunia Saat Hamil)<br /><br />Semoga kita dimudahkan Allah menjadi penghafal Al Quran. Semoga anak keturunan kita juga dimudahkan Allah menjadi penghafal Al Quran. Dan kita semua dijaga oleh Allah sehingga tidak lupa hafalan Al Quran. [Muchlisin BK/Bersamadakwah] http://bersamadakwah.net</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-5011906703175705302016-09-09T22:47:00.001-07:002016-09-09T22:47:23.885-07:00Yang Serius Nikahin Kamu Pasti Cari Jalan Buat Menghalalkan. Yang Gak Serius Pasti Cari Alasan <span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Membedakan seseorang yang benar-benar ingin menjalin hubungan seroius dengannmu (menikahimu), sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Karena yang serius denganmu pasti akan berusaha mencari jalan untuk menghalalkanmu.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><a href="https://4.bp.blogspot.com/-UKlRmK90lW0/V9OeWGIMFYI/AAAAAAAACSQ/XjHgncSJmnAYemdA7Fffn4Wc0a9C62SVACLcB/s1600/Yang%2BSerius%2BNikahin%2BKamu%2BPasti%2BCari%2BJalan%2BBuat%2BMenghalalkan.%2BYang%2BGak%2BSerius%2BPasti%2BCari%2BAlasan.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="358" src="https://4.bp.blogspot.com/-UKlRmK90lW0/V9OeWGIMFYI/AAAAAAAACSQ/XjHgncSJmnAYemdA7Fffn4Wc0a9C62SVACLcB/s640/Yang%2BSerius%2BNikahin%2BKamu%2BPasti%2BCari%2BJalan%2BBuat%2BMenghalalkan.%2BYang%2BGak%2BSerius%2BPasti%2BCari%2BAlasan.png" width="640" /></a><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sementara yang tidak serius denganmu pasti akan berusaha mencari-cari alasan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari bertanggung jawab padamu karena telah mengajakmu pacaran.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Yang Serius Nikahin Kamu. Pasti Cari Jalan Buat Menghalalkan Mu. Yang Tidak Serius Nikahin Kamu. Pasti Cari Alasan Buat Menunda-Nunda</span></b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Yang serius menikahimu pasti akan selalu mencari calan untuk menghalalkanmu, dia bukan hanya sekedar mengumbar janji kepastian saja, namun benar-benar memeberikan bukti. Berbeda dengan yang tidak berniat menikahimu, dia pasti akan mencari-cari alasan untuk menunda-nunda untuk melamarmu.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bukti Keseriusan Seorang Lelaki Adalah Mendatangi Walinya. Bukan Malah Hanya Meng “Gombal” Saja</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bukti keseriusan laki-laki yang benar-benar ingin menikahimu adalah dia akan mendatangi keluargamu, mengatakan bahwa dia serius dengan dirimu. Sementara dia yang tidak serius denganmu akan lebih sering mengeluarkan jurus kata-katanya yang meyakinkan. Dia yang tidak serius akan lebih pandai meyakinkanmu, karena pembohong harus pandai meyakinkan ‘korbannya’ untuk dikelabui.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Mereka Mencari-Cari Alasan Karena Sebenarnya Mereka Masih Ingin Bersamamu Tapi Tidak Ingin Menikahimu</span></b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Mereka yang tidak serius denganmu akan mencari-cari jalan untuk tetap mempertahankanmu. Kalau tidak serius mengapa mencari alasan untuk mempertahankan? Karena sebenarnya mereka masih butuh denganmu tapi tidak ingin menikahi dirimu, karenanya mereka mempertahankanmu walau tidak ingin menikahimu. Itupun tidak selama tapi sampai mereka menemukan orang lain seperti kemauannya.</span><b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Mereka Yang Serius Punya Cara Sendiri Untuk Menunjukkan Keseriusannya, Namun Yang Pasti Mereka Tak Pandai Mengobral Janji</span></b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Mereka yang serius denganmu punya banyak cara untuk menunjukkan keseriusannya padamu, mulai dari mendatangi keluargamu, atau memantaskan dirinya menjadi lebih baik secara materi dan kepribadian agar mereka bisa segera mendatangimu dan hanya dengan seperti itu mereka bisa menunjukkan keseriusannya mereka tidak pandai bermain kata-kata, karenanya mereka menunjukkan melalui aksi.</span><b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Lalu Bagian Mana yang Belum Kamu Paham Tentang Laki-Laki yang Kamu Pertahankan Tapi Tak Juga Menunjukkan Keseriusan?</span></b><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bagian mana lagi yang belum kamu pahami tentang laki-laki yang tidak benar-benar menginginkan dirimu? Dia hanya pandai mengumbar janji dan menunda-nunda ketika kamu minta kejelasannya. Kalau mereka masih bertahan denganmu bukan karena ingin memiliki tapi membutuhkanmu hingga saat ini. [duapah]</span><br />Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-14655290174061687222016-09-09T21:33:00.002-07:002016-09-09T21:33:18.650-07:00Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Pertama di Indonesia Diresmikan<div style="text-align: justify;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) yang pertama kali di Indonesia berlokasi di di Pondok Pesantren An Nawawi, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, resmi diluncurkan pada Sabtu pekan lalu.</span></div><div style="text-align: justify;"><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /></div><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><a href="https://3.bp.blogspot.com/-xJOawBMVcrw/V9OM7kMavJI/AAAAAAAACSA/enhRwg5clAgMeS8yXPMWeUJudMdBGYy6QCLcB/s1600/Sekolah%2BTinggi%2BIlmu%2BFiqih%2BPertama%2Bdi%2BIndonesia%2BDiresmikan.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="378" src="https://3.bp.blogspot.com/-xJOawBMVcrw/V9OM7kMavJI/AAAAAAAACSA/enhRwg5clAgMeS8yXPMWeUJudMdBGYy6QCLcB/s640/Sekolah%2BTinggi%2BIlmu%2BFiqih%2BPertama%2Bdi%2BIndonesia%2BDiresmikan.png" width="640" /></a><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Secara resmi Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara (STIF SYENTRA) yang digagas Ketua Umum MUI Pusat KH Maruf Amin ini, diluncurkan (dilaunching) di Kampus Kompleks Pesantren tersebut.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">KH Maruf Amin yang juga Ketua Dewan Pembina STIF Syeh Nawawi Tanara tersebut mengatakan, sekolah tinggi ilmu Fiqih Syeikh Nawawi Tanara merupakan satu-satunya sekolah tinggi ilmu fiqih yang ada di Indonesia.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Ini merupakan program menyeluruh dari program pendidikan di pesantren Annawawi Tanara. Kami mencita-citakan pesantren 12 tahun, untuk melahirkan pada calon ulama dan kiai,” kata KH Makruf Amin saat Launching sekolah tinggi tersebut dilansir Antara dan dihimpun hidayatullah.com, Selasa (06/09/2016).</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kiai Makruf berharap, dengan adanya sekolah tersebut bisa melahirkan para calon ulama dan kiai, yang bisa berfikir global dan internasional untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Kami mendirikan perguruan tinggi ilmu Fiqih karena masih jarang ahli Fiqih. Kami terinspirasi dengan kebesaran nama Syeikh Nawawi Al-Bantani yang sudah mendunia,” katanya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Ia mengatakan, ilmu yang dikembangkan di perguruan tinggi ilmu Fiqih tersebut yakni Fiqih muamalah yakni hukum ekonomi syariah dan hukum keluarga atau akhwal syahsiyyah.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Karena perkembangan kehidupan sangat dinamis, sehingga perlu ada penyegaran dan ijtihad baru. Ini adalah inovasi, selama ini banyak persoalan yang berkembang dan kekinian membutuhkan fatwa ulama dan penguatan,” kata KH Maruf Amin.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten Prof Dr H Mahmud mengatakan dengan adanya Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih tersebut diharapkan menjadi inspirasi dan pendorong bagi pihak lain untuk mendirikan sekolah tinggi yang memiliki kekhususan atau lebih spesifik seperti sekolah tinggi ilmu tafsir, hadis dan lainnya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Bahkan, lanjut dia, jika memungkinkan bisa ada Fiqih lalu-lintas untuk mengurangi kemacetan di perkotaan.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Pihaknya juga berharap sekolah tersebut tidak hanya pada jenjang S1 tapi bisa terus ditingkatkan sampai S3.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Dari perguruan tinggi ilmu Fiqih ini, mudah-mudahan ke depan akan lahir Nawawi-Nawawi muda yang siap berkontribusi untuk membangun negeri ini,” kata Mahmud.* Sumber: Hidayatullah.com </span></div><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-56183533296628600882016-09-09T21:26:00.002-07:002016-09-09T21:26:21.915-07:00Ini Respon Ulama Palestina, Terkait Aksi Solidaritas Pada Pertandingan Indonesia vs Malaysia<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-hhWvSiIFGPk/V9OLV2xDWLI/AAAAAAAACR0/8qWSWNw8wyUXvjxonACfbSMhMXyFMesrgCLcB/s1600/koreografi%2Bbendera%2Bpalestina.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="374" src="https://4.bp.blogspot.com/-hhWvSiIFGPk/V9OLV2xDWLI/AAAAAAAACR0/8qWSWNw8wyUXvjxonACfbSMhMXyFMesrgCLcB/s640/koreografi%2Bbendera%2Bpalestina.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Aksi supporter Pasoepati Solo melakukan koreo bendera Palestina di laga persahabatan Indonesia melawan Malaysia di Stadion Manahan Solo pada Selasa (6/9/2016) malam mendapat respon positif dari ulama Palestina.<br /><br />Syaikh Hanna Ibrahim, salah seorang ulama Palestina, menyampaikan terima kasih kepada suporter Indonesia secara umum atas koreo bendera Palestina tersebut.<br /><br />“Masya Allah, semoga Allah memberi pahala untuk saudara saudaraku di Indonesia dan Malaysia,” pesan Hanna Ibrahim melalui Ketua Biro Kajian dan Informasi KNRP, Azhar Suhaimi pada Rabu (7/9/2016) sore.<br /><br />El Ashri, ulama Palestina yang pernah berkunjung ke Indonesia, juga mengirimkan pesan ucapan serupa pada Pasoepati Solo.<br /><br />“Semoga Allah berkahi atas usaha kalian dan Allah tetap pelihara kalian,” pesan El Ashri.<br /><br />El Ashri yang pernah hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia saat bulan Ramadhan menyebut bangsa Indonesia tercinta bangsa baik dan pemberi. Baginya rakyat Indonesia mencintai Palestina karena ini urusan ummat Islam.<br /><br />“Salam hormat untuk bangsa Indonesia, semoga senantiasa dalam kebaikan,” tutup El Ashri seperti dikutip KNRP. [Ibnu K/Tarbiyah.net]<br /></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-59832274821638200922016-09-07T20:19:00.002-07:002016-09-07T20:19:18.548-07:00Luar Biasa! Supporter Indonesia Beri Dukungan Palestina Dalam Laga Perdana Timnas VS Malaysia [VIDEO]<iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/wXOpxAhWb8k" width="560"></iframe> <div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">SOLO - Timnas Indonesia yang sudah lama dirindukan publik tanah air akhirnya memulai laga perdana mereka setelah lepas dari sanksi FIFA.<br /><br />Dalam laga internasional perdana ini, Timnas Indonesia tampil perkasa dan berhasil membungkam Malaysia dengan skor telak 3-0 di Stadion Manahan, Solo, tadi malam, Selasa (6/9).<br /><br />Didukung puluhan ribu suporter yang rindu akan penampilan tim nasional, Indonesia langsung menggebrak sejak wasit meniup peluit tanda diawalinya pertandingan. Boaz Solossa dan Irfan Bachdim tampil gemilang pada laga ini dengan mencetak masing-masing dua gol dan satu gol.<br /><br />Namun, yang juga sangat menakjubkan adalah aksi supporter Indonesia dalam laga ini yang menunjukan dukungannya<br />untuk Palestina dengan membuat sejumlah koreografi unik berbentuk bendera Palestina raksasa.<br /><br />Awalnya, bendera Indonesia menjadi pemandangan spektakuler dalam aksi koreografi mereka. Lalu bendera Indonesia berganti menjadi bendera Palestina.<br /><br />Saat koreografi berbentuk bendera Palestina ini sontak ribuan penonton yang memenuhi stadion gemuruh dengan tepuk tangan.<br /><br />Sepertinya, supporter Indonesia terinspirasi dengan aksi fans Glasgow Celtic Skotlandia saat melawan klub Israel Hapoel Beer-Sheva di babak kualifikasi Liga Champions degan mengibarkan bendera Palestina. sumber http://www.portalpiyungan.com/2016/09/luar-biasa-supporter-indonesia-beri.html<br /><br /><br /><br /></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-89339146727556961992016-09-07T19:57:00.002-07:002016-09-07T19:57:02.642-07:00Dirut PD Dharma Jaya Minta Shalat Jumat 2 Shift, Karyawan Ancam Mogok Massal<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-9E9L5MLWj-M/V9DTciwSatI/AAAAAAAACRQ/4Yyb1r8vTnE-RX9Jb74lcIFi-B7Tr-iZgCLcB/s1600/Dirut%2BPD%2BDharma%2BJaya%2BMinta%2BShalat%2BJumat%2B2%2BShift%252C%2BKaryawan%2BAncam%2BMogok%2BMassal.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="476" src="https://1.bp.blogspot.com/-9E9L5MLWj-M/V9DTciwSatI/AAAAAAAACRQ/4Yyb1r8vTnE-RX9Jb74lcIFi-B7Tr-iZgCLcB/s640/Dirut%2BPD%2BDharma%2BJaya%2BMinta%2BShalat%2BJumat%2B2%2BShift%252C%2BKaryawan%2BAncam%2BMogok%2BMassal.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><b>Jakarta.</b>&nbsp; Ratusan pegawai PD Dharma Jaya, berencana melakukan mogok massal pada, Kamis (8/9/2016) guna memprotes tindakan arogan Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusuma Jati.<br /><br />Salah satu kebijakan kontroversial salah satu BUMD Pemda DKI Jakarta tersebut adalah tidak adanya kebebasan pegawai dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.<br /><br />“Misalnya Ibu Dirut meminta pegawai menjalan ibadah sholat Jumat secara bergantian. Ini kan tidak masuk akal namanya,” kata kata Ketua Serikat Pekerja PD Dharma Jaya, Amrun ME saat dihubungi rmoljakarta<br /><br />“Mungkin karena merasa sangat dekat dan disayang Pak Ahok (Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama), makanya Ibu Dirut berani sewenang-wenang dan sering mengeluarkan kebijakan kontroversial,” lanjut Amrun.<br /><br />Tuntutan lain yang disuarakan Serikat Pekerja PD Dharma Jaya adalah tenaga kontrak yang sudah bekerja lebih dari tiga tahun agar diangkat menjadi pegawai tetap.<br /><br />“Tuntutan lainnya, kami meminta perusahaan melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku, seperti pegawai terdaftar dalam BPJS Kesehatan, pembayaran sesuai UMP dan lainnya,” kata Amrun.<br /><br />Aksi unjuk rasa itu akan berlangsung di kantor mereka di Jalan Raya Penggilingan Nomor 36, Cakung, Jakarta Timur.<br /><br />Menanggapi hal itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Endah Parjoko menegaskan dewan akan menunda rencana pemberian dana penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk PD Dharma Jaya di APBD 2017 sebesar Rp98 miliar.<br /><br />“Dewan minta agar pemberian dana PMP untuk PD Dharma Jaya sebesar Rp98 miliar ditunda dulu. Kalau perlu dibatalkan,” ‎kata politisi Partai Gerindra DKI ini kepada TeropongSenayan, di DPRD DKI, Jakarta, Senin (5/9/2016).‎<br /><br />“Saya juga minta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit terhadap BUMD itu. Saya minta juga agar jajaran direksi jangan semena-mena melakukan kebijakan yang justru merugikan karyawan,” ‎katanya,<br /><br />Soal sholat jumat yang dibagi jadi dua shift, Endah sangat menyayangkan bila kebijakan itu benar-benar dibuat oleh Dirut PD Dharma Jaya.<br /><br />“Bila pengaturan sholat jadi dua shift benar terjadi, itu sangat saya sayangkan. Itu sangat tidak etis dikeluarkan seorang dirut BUMD,” ujar Endah. (SaBah/dakwatuna Sumber: http://www.dakwatuna.com/2016/09/07/82557/dirut-pd-dharma-jaya-minta-shalat-jumat-2-shift-karyawan-ancam-mogok-massal/#ixzz4Jd4Yx12M<br /><br /></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-44125894024891761762016-09-07T17:21:00.003-07:002016-09-07T17:21:26.526-07:00Yang Serius Nikahin Kamu Pasti Cari Jalan Buat Menghalalkan. Yang Gak Serius Pasti Cari Alasan<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Membedakan seseorang yang benar-benar ingin menjalin hubungan seroius dengannmu (menikahimu), sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Karena yang serius denganmu pasti akan berusaha mencari jalan untuk menghalalkanmu.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-0IxNqQLQ0E8/V9Cu8qInk8I/AAAAAAAACQ4/R2O7aJmdDZcaopx4SJS4d0IPlL4SDk7_ACLcB/s1600/Yang%2BSerius%2BNikahin%2BKamu%2BPasti%2BCari%2BJalan%2BBuat%2BMenghalalkan.%2BYang%2BGak%2BSerius%2BPasti%2BCari%2BAlasan.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="362" src="https://4.bp.blogspot.com/-0IxNqQLQ0E8/V9Cu8qInk8I/AAAAAAAACQ4/R2O7aJmdDZcaopx4SJS4d0IPlL4SDk7_ACLcB/s640/Yang%2BSerius%2BNikahin%2BKamu%2BPasti%2BCari%2BJalan%2BBuat%2BMenghalalkan.%2BYang%2BGak%2BSerius%2BPasti%2BCari%2BAlasan.png" width="640" /></a><br />&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sementara yang tidak serius denganmu pasti akan berusaha mencari-cari alasan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari bertanggung jawab padamu karena telah mengajakmu pacaran.<br /><br />Yang Serius Nikahin Kamu. Pasti Cari Jalan Buat Menghalalkan Mu. Yang Tidak Serius Nikahin Kamu. Pasti Cari Alasan Buat Menunda-Nunda<br /><br /><br />Yang serius menikahimu pasti akan selalu mencari calan untuk menghalalkanmu, dia bukan hanya sekedar mengumbar janji kepastian saja, namun benar-benar memeberikan bukti. Berbeda dengan yang tidak berniat menikahimu, dia pasti akan mencari-cari alasan untuk menunda-nunda untuk melamarmu.<br /><br />Bukti Keseriusan Seorang Lelaki Adalah Mendatangi Walinya. Bukan Malah Hanya Meng “Gombal” Saja<br /><br /><br />Bukti keseriusan laki-laki yang benar-benar ingin menikahimu adalah dia akan mendatangi keluargamu, mengatakan bahwa dia serius dengan dirimu. Sementara dia yang tidak serius denganmu akan lebih sering mengeluarkan jurus kata-katanya yang meyakinkan. Dia yang tidak serius akan lebih pandai meyakinkanmu, karena pembohong harus pandai meyakinkan ‘korbannya’ untuk dikelabui.<br /><br />Mereka Mencari-Cari Alasan Karena Sebenarnya Mereka Masih Ingin Bersamamu Tapi Tidak Ingin Menikahimu<br /><br />Mereka yang tidak serius denganmu akan mencari-cari jalan untuk tetap mempertahankanmu. Kalau tidak serius mengapa mencari alasan untuk mempertahankan? Karena sebenarnya mereka masih butuh denganmu tapi tidak ingin menikahi dirimu, karenanya mereka mempertahankanmu walau tidak ingin menikahimu. Itupun tidak selama tapi sampai mereka menemukan orang lain seperti kemauannya.<br /><br />Mereka Yang Serius Punya Cara Sendiri Untuk Menunjukkan Keseriusannya, Namun Yang Pasti Mereka Tak Pandai Mengobral Janji<br /><br /><br />Mereka yang serius denganmu punya banyak cara untuk menunjukkan keseriusannya padamu, mulai dari mendatangi keluargamu, atau memantaskan dirinya menjadi lebih baik secara materi dan kepribadian agar mereka bisa segera mendatangimu dan hanya dengan seperti itu mereka bisa menunjukkan keseriusannya mereka tidak pandai bermain kata-kata, karenanya mereka menunjukkan melalui aksi.<br /><br />Lalu Bagian Mana yang Belum Kamu Paham Tentang Laki-Laki yang Kamu Pertahankan Tapi Tak Juga Menunjukkan Keseriusan?<br /><br />Bagian mana lagi yang belum kamu pahami tentang laki-laki yang tidak benar-benar menginginkan dirimu? Dia hanya pandai mengumbar janji dan menunda-nunda ketika kamu minta kejelasannya. Kalau mereka masih bertahan denganmu bukan karena ingin memiliki tapi membutuhkanmu hingga saat ini. [duapah]<br /></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-57872039950311174782016-09-07T17:13:00.004-07:002016-09-07T17:13:47.695-07:00Reporter Inggris Ini Komitmen Berhijab Walau Dicela Penonton <div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Setelah serangan terorisme yang brutal di Inggris dalam beberapa bulan yang lalu, muslim di Inggris merasa dituding oleh beberapa media mainstream setempat karena dianggap serangan tersebut dilakukan oleh para teroris yang beragama Islam dan sering menggunakan atribut Islam dalam pernyataan dan pengakuan mereka. Hal ini menjadi sangat berat bagi semua muslimah yang beraktifitas disana, dikarenakan para wanita muslimah lebih mudah dikenali karena atribut jilbabnya. Namun hambatan tersebut tidak menyurutkan salah seorang reporter Muslim Inggris yang bernama Fatima Manji. Saat-saat menegangkan tersebut ia malah harus membawa berita di sebuah stasiun televisi bernama Channel 4 dengan mengenakan jilbab putihnya. Ditengah celaan penonton yang dituainya di media-media, Manji tetap bergeming dengan komitmennya berhijab dan mengkampanyekan budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Inggris.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-c3K40yAIG9Q/V9CtIHbhxjI/AAAAAAAACQw/IAPvOtPKxyoMqu2Vj2jAnkj6ZH6rKYWEACLcB/s1600/Reporter%2BInggris%2BIni%2BKomitmen%2BBerhijab%2BWalau%2BDicela%2BPenonton.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="394" src="https://4.bp.blogspot.com/-c3K40yAIG9Q/V9CtIHbhxjI/AAAAAAAACQw/IAPvOtPKxyoMqu2Vj2jAnkj6ZH6rKYWEACLcB/s640/Reporter%2BInggris%2BIni%2BKomitmen%2BBerhijab%2BWalau%2BDicela%2BPenonton.png" width="640" /></a><br />&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Setelah mengisi reportase pada Senin malam (19/7), penampilan Manji dikritik oleh salah seorang mantan editor bernama Sun Kelvin MacKenzie yang diterbitkan dalam kolom koran Sun. Ia bertanya mengapa seorang jurnalis muslim, terutama yang memakai jilbab, diizinkan untuk mengisi acara saat terjadi serangan teror di wilayah tersebut.<br /><br />"Apakah pantas baginya berada di depan kamera ketika sedang terjadi pembantaian oleh teroris yang beragaman Islam?," tulis Kelvin seperti dilansir Mirror pada Senin (25/7).<br /><br />Namun tulisan Kelvin tersebut disanggah oleh Manji. Ia mengatakan bahwa hijab yang ia pakai tidak ada kaitannya dengan terorisme.<br /><br />"Jika Kelvin MacKenzie mau berpikir, seharusnya saya tidak diperbolehkan melaporkan berita di TV jika berita itu ada hubungannya dengan hijab yang saya pakai. Dia pasti menganggap saya diperbudak oleh jilbab saya dan menganggap ini adalah lambang penindasan oleh agama," ujarnya.<br /><br />Beruntungnya pihak manajemen Channel 4 News segera merilis pernyataan untuk mendukung wartawan mereka yang dibully di media sosial dan koran setempat.<br /><br />"Kelvin MacKenzie berupaya untuk menuduh 1,6 miliar Muslim di dunia dan mengatakan bahwa keseharian mereka dipenuhi dengan kekerasan. Dia ingin mengatakan bahwa sebagian dari mereka adalah budak agamanya. Jelas dia juga ingin mengatakan bahwa kami bersimpati dengan teroris," tulis pihak manajemen.<br /><br />Di tempat terpisah, Manji mengatakan tidak terpengaruh dengan ucapan MacKenzie tersebut.<br /><br />"Walau bagaimanapun, saya selalu bangga dengan integritas jurnalistik, terlepas dari siapa yang saya wawancarai atau apa yang sedang saya ceritakan. Itu adalah misi saya di Channel 4 News. Saya tidak akan tergoyahkan dalam misi ini, demi keberadaan hijab di dalam budaya Inggris," jelasnya.<br /><br />Seperti diketahui, setelah aksi teror tersebut Organisasi Standar Independen menerima lebih dari 800 keluhan yang terkait dengan kekerasan dan pelecehan terhadap muslimah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.400 pada hari-hari berikutnya. Sumber: BersamaIslam </span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-15623075658017411792016-09-07T17:09:00.002-07:002016-09-07T17:09:10.067-07:00Masya Allah, Raja Salman Biayai Perjalanan Haji 1.000 Keluarga Syuhada Palestina<div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menggelontorkan dana hibah untuk 1.000 keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, lapor Quds Press.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><a href="https://2.bp.blogspot.com/-T6jSXLqTBV8/V9CsC9YStiI/AAAAAAAACQk/EDU1_urTIgIredwt6a_6P3CH4K0hiWKZQCLcB/s1600/Masya%2BAllah%252C%2BRaja%2BSalman%2BBiayai%2BPerjalanan%2BHaji%2B1.000%2BKeluarga%2BSyuhada%2BPalestina.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="322" src="https://2.bp.blogspot.com/-T6jSXLqTBV8/V9CsC9YStiI/AAAAAAAACQk/EDU1_urTIgIredwt6a_6P3CH4K0hiWKZQCLcB/s640/Masya%2BAllah%252C%2BRaja%2BSalman%2BBiayai%2BPerjalanan%2BHaji%2B1.000%2BKeluarga%2BSyuhada%2BPalestina.png" width="640" /></a><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Dilansir Middle East Online, Kementerian Hibah Saudi yang mengawasi pelaksanaan ibadah haji, mengatakan bahwa warga Palestina berhak mendapatkan “kehormatan” karena “pengorbanan dan perjuangan mereka dalam melindungi Jerusalem dan Palestina.”</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Ia menekankan bahwa Palestina adalah negara Arab dan Islam dan ini membuat perlu bagi Arab Saudi untuk melayani rakyatnya. ” Inilah sebabnya mengapa Raja Salman memerintahkan memberikan hibah bagi keluarga syuhada Palestina. ” </span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;"><br />Sumber: <br />http://islamedia.id/masya-allah-raja-salman-biayai-perjalanan-haji-1-000-keluarga-syuhada-palestina/ </span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-12492638954764166752016-09-07T17:07:00.002-07:002016-09-07T17:07:12.967-07:00Inggris Jadi Saksi Shalat Idul Fitri Terbesar Di Eropa <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-m8AvgZmNK0U/V9Crl87UTxI/AAAAAAAACQg/N093RdY_9CkhUObQl_tkoQRZ6zPAJVFzACLcB/s1600/Inggris%2BJadi%2BSaksi%2BShalat%2BIdul%2BFitri%2BTerbesar%2BDi%2BEropa.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="386" src="https://2.bp.blogspot.com/-m8AvgZmNK0U/V9Crl87UTxI/AAAAAAAACQg/N093RdY_9CkhUObQl_tkoQRZ6zPAJVFzACLcB/s640/Inggris%2BJadi%2BSaksi%2BShalat%2BIdul%2BFitri%2BTerbesar%2BDi%2BEropa.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Salah satu taman publik di Birmingham Inggris dibanjiri puluhan ribu kaum muslimin yang melakukan shalat Idul Fitri tahun 2016 ini yang bertepatan dengan 1 Syawwal 1437 H. Kegiatan ini dikoordinir oleh Human Abel yang bekerjasama dengan 7 masjid di Inggris.<br /><br />Foto dan video yang dipublish oleh media Aroby21 menunjukkan kerumunan dalam jumlah besar, bahkan banyak kalangan menyebutkan itu merupakan salah satu kerumunan terbesar di Inggris dan sejarah benua Eropa. Direktur Eksekutif Filantropi Human Abel, Othman, menjelaskan bahwa jamaah yang hadir sekitar 85.000 orang padahal Idul Fitri tahun ini tidak jatuh pada hari libur di Eropa, yang berarti bahwa sebagian besar umat Islam tidak bisa menghadiri shalat tersebut.<br /><br />Selain Shalat Idul Fitri di tempat tersebut juga disediakan sarana bermain untuk anak-anak serta diramaikan pula dengan berbagai menu masakan dari berbagai komunitas muslim yang ada di Inggris, benar-benar suasana yang luar biasa menggabungkan antara ibadah dan ukhuwah Islamiyyah.<br /><br />Tak lupa kaum muslimin Inggris juga menggalang dana sejak Ramadhan hingga lebaran dan terkumpul sekitar 1.3 juta dolar (sekitar 17.5 milyar rupiah) yang disumbangkan untuk kaum muslimin Suriah. Mereka telah bertekad untuk menyiapkan 1 juta kg bahan makanan bagi saudara mereka yang berada di dalam Suriah maupun yang berada di camp-camp pengungsian.<br /><br />Sumber :Mas’ud Abu Abdillah, Pengurus Persatuan Televisi Islam Internasional </span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-64137453735796426842016-09-06T20:31:00.004-07:002016-09-06T20:31:28.421-07:00Inilah Benda Yang Paling Diincar Oleh Bangsa Yahudi<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-AnG3OBdBB38/V8-J3YthouI/AAAAAAAACQQ/fTX6dGUQBxsf3uQP-KHG-FUNK-QefRJ9gCLcB/s1600/Inilah%2BBenda%2BYang%2BPaling%2BDiincar%2BOleh%2BBangsa%2BYahudi.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="466" src="https://1.bp.blogspot.com/-AnG3OBdBB38/V8-J3YthouI/AAAAAAAACQQ/fTX6dGUQBxsf3uQP-KHG-FUNK-QefRJ9gCLcB/s640/Inilah%2BBenda%2BYang%2BPaling%2BDiincar%2BOleh%2BBangsa%2BYahudi.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Gambar di atas merupakan gambaran replika benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.<br /><br />1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.Gunung ini kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa.<br /><br />Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia.<br /><br />Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-xndzH9Ev7Ts/V8-J3S5Oh_I/AAAAAAAACQM/4gGIpaskVaoYZ_hXviBnGpZgNDEdQrlLgCEw/s1600/Inilah%2BBenda%2BYang%2BPaling%2BDiincar%2BOleh%2BBangsa%2BYahudi2.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="456" src="https://2.bp.blogspot.com/-xndzH9Ev7Ts/V8-J3S5Oh_I/AAAAAAAACQM/4gGIpaskVaoYZ_hXviBnGpZgNDEdQrlLgCEw/s640/Inilah%2BBenda%2BYang%2BPaling%2BDiincar%2BOleh%2BBangsa%2BYahudi2.png" width="640" /></a><br />&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai "tumpuan kaki tuhan" harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.<br /><br />Alasan Israel mencari benda ini: Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan.<br /><br />Namun pada Route of the Exodus 300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu.<br /><br />Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi "titik tertinggi" di dalam kota tersebut. Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang. Gereja Zion of Mary di Axum Utopia adalah dipercayaai tempat dimana Tabut tersebut disembunyikan:<br /><br />Kini muncul lagi berita baru tentang letak tabut perjanjian ada di dalam masjid al aqsa, maka dari itu israel dengan sangat keras berupaya agar masjid al aqsa segera di ratakan. alasannya adalah klasik, yaitu bahwa dalam masjid al aqsa di sinyalir menyimpan senjata pemusnah masal dan sebagai tempat bersembunyi pimpinan utama al -qaeda, yang dimaksud dengan haikal sulaiman adalah istana sulaiman yang dikira bangsa yahudi sebagai masjid al aqsa sekarang.<br /><br /><br />Sumber: DuniaIslam </span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-87894098455341835002016-09-06T20:23:00.001-07:002016-09-06T20:23:24.862-07:00Pemimpin EROPA Terkesima Mendengar Pidato Raja Jordania Tentang Islam [VIDEO]<div style="text-align: justify;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://1.bp.blogspot.com/-QW4FmVRFnJ0/V8-IIIhj3RI/AAAAAAAACQA/-SQoKieE6kwLByK25ZFem-X8rtdl_tIogCLcB/s1600/Pemimpin%2BEROPA%2BTerkesima%2BMendengar%2BPidato%2BRaja%2BJordania%2BTentang%2BIslam.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="392" src="https://1.bp.blogspot.com/-QW4FmVRFnJ0/V8-IIIhj3RI/AAAAAAAACQA/-SQoKieE6kwLByK25ZFem-X8rtdl_tIogCLcB/s640/Pemimpin%2BEROPA%2BTerkesima%2BMendengar%2BPidato%2BRaja%2BJordania%2BTentang%2BIslam.png" width="640" /></a></div><br /><br /><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;">Akibat propaganda islamophobia, banyak orang-orang Barat yang salah mempersepsikan Islam. Hal itulah yang ingin diluruskan oleh Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein. Di depan Parlemen Eropa, Raja Abdullah II menjelaskan makna menjadi seorang muslim.<br /><br />Berkali-kali, pidato Raja Abdullah II ini mendapatkan applause dari para anggota parlemen Eropa. Dan di akhir pidatonya, ia mendapatkan standing applause yang meriah, menunjukkan apresiasi dan penghormatan para anggota parlemen Eropa atas pidato tersebut.<br /><br />Pidato di Strasbourgh pada 10 Maret 2015 itu juga membuat banyak umat Islam terharu. Tidak sedikit netizen yang mengaku menangis melihat pidato Raja Abdullah II.<br /><br />“Ah keren banget! ahhh kereeeennn...... aku pun terharu... terutama ketika ada apresiasi dari kepala negara lain untuk menghormati beliau,” kata Fitriani A Sjarif.<br /><br />“Kenapa aku menangis..... Terharu,” kata Giza Paulasari.<br /><br />“Ini keren, walau sudah lihat berulang kali tapi mata masih berair kalau lihat video ini,” kata Hoshi.<br /><br />Berikut ini transkrip dan video pidato Raja Abdullah II di depan Parlemen Eropa:<br /><br />“Apa makna sebenarnya menjadi seorang Muslim. Aku dan banyak Muslim lainnya telah diajarkan sejak tahun-tahun pertama, bahwa agama kami (Islam) menuntut hormat dan perhatian bagi sesama.<br /><br />Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian tidak beriman hingga kalian mencitai sesamamu seperti kalian mencintai dirimu sendiri”. Itulah makna menjadi seorang Muslim.<br /><br />Di antara nama-nama Allah, kita dengar: Maha Pengasih (Ar Rahman) dan Maha Penyayang (Ar Rahim).<br /><br />Selama hidupku, setiap hari aku mendengar dan memberi salam “Assalamu’alaikum”.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;"><br />Ucapan kepada orang lain agar diberkati dengan damai. Inilah makna menjadi seorang Muslim.<br /><br />Lebih dari seribu tahun lalu sebelum Konvensi Jenewa, tentara muslim dilarang membunuh anak-anak, wanita dan orang tua. Dilarang merusakan pohon, dilarang mencelakakan pendeta, dilarang merusak gereja.<br /><br />Nilai-nilai islam yang sama ini diajarkan kepada kami di sekolah sejak kanak-kanak. Tidak menghancurkan atau menodai di mana Tuhan disembah. Tidak masjid, tidak gereja, tidak sinagong.<br /><br />Sejarah, geografi dan masa depan mengikat kita. Jangan ada yang memisahkan kita, karena bersama-sama kita bisa membangun pilar-pilar saling menghormati, yang akan mendukung kebaikan bersama bagi generasi mendatang. Terima kasih.”<br /><br /> <iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/pUy22hLPeL4" width="560"></iframe><br /><br />Sumber:http://www.tarbiyah.net/2016/07/raja-yordania-pidato-soal-islam.html </span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-63788623774672208292016-09-06T19:39:00.001-07:002016-09-06T19:39:11.257-07:00Ada Apa Antara Khilafah Islam dan Aceh di Masa Lalu?<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-cAGwlpT0GCw/V899wZeCqHI/AAAAAAAACPw/6j6W2yBTH4YwEYGas5K9WdfKdkw_iSY1gCLcB/s1600/Ada%2BApa%2BAntara%2BKhilafah%2BIslam%2Bdan%2BAceh%2Bdi%2BMasa%2BLalu.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="360" src="https://4.bp.blogspot.com/-cAGwlpT0GCw/V899wZeCqHI/AAAAAAAACPw/6j6W2yBTH4YwEYGas5K9WdfKdkw_iSY1gCLcB/s640/Ada%2BApa%2BAntara%2BKhilafah%2BIslam%2Bdan%2BAceh%2Bdi%2BMasa%2BLalu.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">SALAH satu warisan tak ternilai dan sangat penting yang dicatat oleh tinta emas sejarah dunia ialah peran tidak langsung Kehilafahan Usmaniyyah (Turki) terhadap penyebaran agama Islam di wilayah Asia Tenggara (Kepulauan Nusantara), khususnya di wilayah Aceh dan sekitarnya. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari persahabatan, hubungan diplomatik dan ukhuwwah Islamiyyah yang sangat erat antara Kesultanan Aceh Darussalam dengan Kekhilafahan Usmaniyyah sejak awal abad XVI. Bahkan persekutuan dua negara adikuasa Islam tersebut (dua lainnya adalah Dinasti Safawi di Iran dan Dinasti Mughal di India) telah berhasil mengusir penjajah Portugis dari Tanah Aceh dan sekitarnya.<br /><br />Ekspedisi Kekhalifahan Usmaniyyah ke Aceh dimulai sekitar tahun 1565 ketika Kekhalifahan Usmaniyah berusaha mendukung Kesultanan Aceh dalam pertempuran melawan Portugis yang telah berhasil menaklukkan Kesultanan Malaka. Ekspedisi ini merupakan respons positif Sultan Sulaiman Al-Qanuni/ Sulaiman I/ Sulaiman Yang Agung (1520 – 1566 M) dari Kekhalifahan Usmaniyyah terhadap utusan khusus Sultan Alauddin al-Qahhar (1539 – 1571 M), Husein Effendi, dari Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1564 M atau 1562 M. Fakta ini terungkap dalam buku berjudul “The Cambridge History of Southeast Asia” yang ditulis oleh Nicholas Tarling (hlm 39).<br /><br />Bahkan persekutuan antara Sultan Aceh dengan Kekhilafahan Usmaniyyah sudah dimulai secara tidak resmi sejak tahun 1530-an, yakni ketika Sultan Alauddin Al-Qahhar memanfaatkan hubungan baik tersebut untuk memperluas kekuasaannya di wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaya. Kenyataan ini ditulis oleh Azyumardi Azra dalam bukunya, “Islam in the Indonesian World: an Account of Institutional Formation”, (hlm 169).<br /><br />Fernão Mendes Pinto pun mencatat bahwa Sultan Aceh telah merekrut 300 prajurit Usmaniyah, beberapa orang Abesinia dan Gujarat, serta 200 orang saudagar Malabar untuk menaklukkan Tano Batak pada tahun 1539. Bahkan Kerajaan Aru dan Johor juga telah ditaklukkan oleh Kesultanan Aceh pada tahun 1564 setelah mendapat bala bantuan tentara dari Kekhilafahan Usmaniyyah.<br /><br />Hubungan diplomatik tersebut terus berlanjut di masa pemerintahan selanjutnya, yakni ketika Sultan Selim II (penerus tahta Sultan Suleiman I) dari Kekhilafahan Usmaniyyah memerintahkan pengiriman armada ke Kesultanan Aceh yang mengangkut sejumlah prajurit, pembuat senjata dan insinyur bersama-sama dengan pasokan senjata dan artileri yang melimpah.<br />Armada pertama terdiri atas 15 dapur di bawah pimpinan Laksamana Kordoglu Hizir Reis, namun sebagian besar armada tersebut dialihkan untuk memadamkan pemberontakan di Yaman sehingga hanya 2 kapal yang tiba di Aceh antara rahun 1566 – 1567 M. Bahkan orang Aceh membayar kapal tersebut dengan mutiara, berlian dan rubi. Hal ini dicatat oleh William J. Bernstein dalam bukunya, A Splendid Exchange: How Trade Shaped the World (hlm 191).<br /><br />Penerus tahta Kesultanan Aceh berikutnya, Sultan Husain Ali Riayat Syah, secara resmi telah mengakui Penguasa Usmaniyyah sebagai ‘Khalifah Islam’ melalui surat diplomatik yang dibawa oleh Duta Besar/ Utusan Resmi Kesultanan Aceh kepada Porte Usmaniyyah di tahun 1564 M.<br /><br />Frans Husken mencatat dalam bukunya, Reading Asia: New Research in Asian Studies, bahwa Pengiriman armada ke Aceh tersebut telah menyebabkan berkembangnya pertukaran kedua negara dalam bidang militer, perdagangan, budaya dan keagamaan. Hal ini terlihat dari alih teknologi pembuatan senjata dari Turki Usmani ke Aceh, sejak awal abad ke-17, seperti meriam perunggu berukuran sedang serta 800 jenis senjata lainnya seperti senapan putar bergagang dan arquebus. Bahkan kapal-kapal Kesultanan Aceh diizinkan untuk mengibarkan bendera kekhalifahan Usmaniyyah.<br /><br />Dengan demikian hubungan antara Kekhilafahan Usmaniyyah dengan Kesultanan Aceh Darussalam didasari oleh kepentingan politik nasional kedua negara berdasarkan prinsip-prinsip Ukhuwwah Islamiyyah, Kedaulatan Teritorial, Ekspansi Wilayah serta Kerjasama Ekonomi dan Militer. Bahkan Kesultanan Aceh Darussalam bersedia bersekutu dan menjadi vazal (wilayah taklukkan) kekhilafahan Usmaniyyah karena membutuhkan bantuan ekonomi dan militer untuk menghadapi ancaman invasi Portugis dan memperluas wilayah teritorialnya ke seluruh wilayah Sumatera dan Semenanjung Malaka.<br /><br />Sedangkan Kekhilafahan Usmaniyyah bersedia bersekutu dengan Kesultanan Aceh karena ingin memperluas pengaruh politik internasional dan wilayah teritorialnya hingga ke kawasan Asia Tenggara. Kekhalifahan Islam terbesr dan terakhir itu juga ingin membantu penyebaran agama Islam sekaligus mendapatkan pengakuan sebagai pemimpin ummat Islam di seluruh dunia.<br /><br />Pengakuan resmi Kesultanan Aceh Darussalam terhadap Kekhilafahan Usmaniyyah terlihat jelas dalam peristiwa penganugerahan gelar oleh Sultan Aceh terhadap Laksamana Kurtoglu Hizir Reis, utusan resmi Sultan Selim II, sebagai Gubernur (Wali) Nanggroe Aceh Darussalam. Peristiwa ini dicatat secara lengkap oleh Metin Innegollu dalam bukunya yang berjudul: “The Early Turkish-Indonesian Relation”.<br /><br />Bahkan Kekhilafahan Usmaniyyah juga mengizinkan kapal-kapal Aceh untuk mengibarkan bendera Usmaniyyah di kapalnya agar aman dari gangguan perompak asing. Fakta sejarah ini termuat dalam buku berjudul “Sejarah Nasional Indonesia Jilid III,” yang diedit oleh Marwati Djuned Pusponegoro (hlm 54).<br /><br />Dengan demikian Kesultanan Aceh Darussalam tidak lagi menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat sejak menyatakan diri secara resmi, de jure dan de facto, sebagai wilayah taklukkan (vazal) Kekhilafahan Usmaniyyah dan mengakui utusan resmi Sultan Selim II, Laksamana Kortuglu Hizir Reis, sebagai Gubernur/ Wali Nanggroe Aceh Darussalam.[]</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;"><br />sumber:&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">https://www.islampos.com/ada-apa-antara-khilafah-islam-dan-aceh-di-masa-lalu-85759/</span></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-19294907832752628692016-09-06T19:17:00.004-07:002016-09-06T19:17:55.152-07:00Nasihat Ulama Sufi bagi yang Belum Berqurban<table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><tbody><tr><td style="text-align: center;"><a href="https://3.bp.blogspot.com/-jG0Zp4Vwhi0/V894tW-2DpI/AAAAAAAACPk/OYPz2z1v_oot2cFBuiup5gVVyPTX-N-wwCLcB/s1600/Nasihat%2BUlama%2BSufi%2Bbagi%2Byang%2BBelum%2BBerqurban.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" height="406" src="https://3.bp.blogspot.com/-jG0Zp4Vwhi0/V894tW-2DpI/AAAAAAAACPk/OYPz2z1v_oot2cFBuiup5gVVyPTX-N-wwCLcB/s640/Nasihat%2BUlama%2BSufi%2Bbagi%2Byang%2BBelum%2BBerqurban.png" width="640" /></a></td></tr><tr><td class="tr-caption" style="text-align: center;">Ilustrasi gambar: sufimuda.net</td></tr></tbody></table><br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Ibadah qurban merupakan sunnah muakkad. Sangat dianjurkan bagi seorang Muslim yang mampu. Merupakan bentuk syukur atas berbagai jenis nikmat yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada seorang hamba. Merupakan ibadah langka yang syariatnya hanya 4 hari dalam kurun waktu satu tahun.<br /><br />Hampir seluruh kaum Muslimin berniat melaksanakan ibadah unggulan ini. Namun faktanya, tidak semuanya mampu melakukan ibadah yang syariatnya meneladani qurban Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam. Ada begitu banyak yang belum mampu. Bahkan sebagian besar kaum Muslimin justru berebut saat pembagian daging hewan qurban.<br /><br />Ketika ada di antara kita yang belum dikaruniai rezeki untuk berqurban, ada satu nasihat indah dari Kiyai Haji Abdurrahman Radjiun. Beliau merupakan salah satu ulama sufi asal Betawi. Sebagaimana dikutip oleh Rakhmad Zailani Kiki, Kiyai Abdurrahman memberikan satu amalan yang beliau sebut sebagai riyadhah sampai seorang Muslim mampu berqurban karena Allah Ta’ala.<br /><br />Disebutkan dalam syariat Islam bahwa hewan yang dijadikan qurban adalah unta, sapi, kerbau, domba, dan kambing. Jika tidak mampu menyembelih sapi, kerbau, atau kambing, hendaknya seorang Muslim menyembelih seekor ayam atau bersedekah dengan sebutir telur.<br /><br />Sang kiyai menjelaskan bahwa amalan ini hanya sebagai wujud kesungguhan dan bagian dari riyadhah (olah jiwa). Bukan sebuah syariat yang harus dilakukan. Sebab yang berwenang mensyariatkan sebuah amalan hanyalah Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.<br /><br />Tentunya harus diiringi kesungguhan untuk berqurban dengan hewan-hewan yang disyariatkan. Dimulai dengan meluruskan niat, memperkerap doa kepada Allah Ta’ala dengan sebaik-baik pinta, bersungguh-sungguh dalam berusaha sehingga memiliki tabungan yang cukup, serta upaya-upaya lain yang tiada batasnya, selama halal dan tidak melanggar aturan Allah Ta’ala.<br /><br />Pada akhirnya, berqurban bukan sekadar soal hewan yang diqurbakan. Lebih dari itu, berqurban adalah bentuk pengabdian tanpa tapi dari seorang hamba kepada Rabbnya. Bahwa hewan hanya syariat, sedangkan keikhlasan dan kesungguhan hati itulah yang utama.<br /><br />Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan rezeki kepada kita hingga bisa berqurban setiap tahun sampai akhir hayat. Aamiin.<br /><br />Wallahu a’lam.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">[Pirman http://kisahikmah.com/belum-mampu-berqurban/]</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-45924483894071991312016-09-05T21:09:00.001-07:002016-09-05T21:09:09.672-07:00Masyita, Gadis Kecil Tuna Netra Penghafal Al-Qur’an yang Diberangkatkan Haji<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-emYLVEj6New/V85BUXKcVuI/AAAAAAAACPQ/YWPbbHzJ_LkyK2WFpwyuKUOKMGdsCi4WwCLcB/s1600/Masyita%252C%2BGadis%2BKecil%2BButa%2BPenghafal%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2Byang%2BDiberangkatkan%2BHaji.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="358" src="https://4.bp.blogspot.com/-emYLVEj6New/V85BUXKcVuI/AAAAAAAACPQ/YWPbbHzJ_LkyK2WFpwyuKUOKMGdsCi4WwCLcB/s640/Masyita%252C%2BGadis%2BKecil%2BButa%2BPenghafal%2BAl-Qur%25E2%2580%2599an%2Byang%2BDiberangkatkan%2BHaji.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">“Ya Allah, Masyita ingin pergi umrah, Ya Allah!” kata gadis kecil berjilbab itu.<br /><br />Namanya Masyita. Ia tidak bisa melihat. Tunanetra. Namun ia mempuyai kemampuan luar biasa dalam hal menghafal Al-Qur’an.<br /><br />Tak butuh lama doa Masyita pun diijabah Allah Swt., akhirnya ia mendapat undangan dari Kerajaan Saudi Arabia untuk berangkat haji yang di waktu bersamaan pula diberikan satu hafidzah dan dua hafidz cilik kembar.<br /><br />Bocah asal Makassar yang menjadi peserta ajang Hafiz Cilik 2016 itu pun histeris menangis bahagia, ia pun sujud syukur dan meminta kepada Allah agar matanya bisa melihat keindahan dunia.<br /><br />Ibu Masyita, Irawati, tak pernah menyangka anaknya mengundang simpati banyak orang dan anaknya bisa berangkat ibadah haji.<br /><br />“Kaget dan bangga luar biasa sebagai orangtuanya Masyita. Di balik kekurangannya Allah memberikan kemampuan luar biasa dan belum tentu anak normal bisa seperti Masyita. Saya juga tidak menyangka Masyita dikenal banyak orang seperti ini melalui bakatnya mengaji, menghafal Al-Qur’an,” kata Irawati beberapa hari lalu kepada sebuah stasiun televisi swasta.<br /><br />Memang benar adanya, orang yang dekat dengan Al-Qur’an tidak hanya dimuliakan oleh Allah tapi juga dimuliakan oleh sesamanya.<br /><br />“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad)<br /><br />Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa, “Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekadar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.”<br /><br />Meski tak bisa melihat, Masyita menghafal Al-Qur’an dengan cara mendengar murrottal Al-Qur’an di televisi, radio, maupun kaset yang sengaja dibelikan orangtuanya. Ia mendengar mulai umur 5 tahun–kini ia berusia 8 tahun.<br /><br />“Nggak ada yang nyuruh dia menghafal Al-Qur’an, itu atas kemauan ia sendiri,” kata ibunya. [Paramuda/BersamaDakwah]</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">sumber :</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">http://bersamadakwah.net/masyita-gadis-kecil-buta-penghafal-al-quran-yang-diberangkatkan-haji/</span></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-6200573833022742772016-09-05T19:37:00.003-07:002016-09-05T19:37:14.685-07:00Inilah Makam Raja ‘Abdullah<div style="text-align: justify;"><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-Qj49E_BbzJ4/V84rjsClYvI/AAAAAAAACPA/VKC2ngciW_wI4Ospe1GCGKkz0tOFnbGRwCLcB/s1600/Inilah%2BMakam%2BRaja%2B%25E2%2580%2598Abdullah.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="462" src="https://2.bp.blogspot.com/-Qj49E_BbzJ4/V84rjsClYvI/AAAAAAAACPA/VKC2ngciW_wI4Ospe1GCGKkz0tOFnbGRwCLcB/s640/Inilah%2BMakam%2BRaja%2B%25E2%2580%2598Abdullah.png" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-rgnNXC4iLrU/V84rjY7ALdI/AAAAAAAACO8/gxGI1Aa3bLU3YZa6dXS72aRxzDqTdFq8QCLcB/s1600/Inilah%2BMakam%2BRaja%2B%25E2%2580%2598Abdullah2.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><br /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">TENTU saja, dengan kekayaannya, sang raja sangat mampu membangun istana megah di kuburnya itu sebagai lambang keperkasaan, seperti kubur-kubur mewah di Nusantara kita.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tetapi tidak, biarlah sang raja yang telah menghafal al-Qur’an saat berumur 10 tahun dan menghafal matan kitab-kitab tauhid dan mutun ilmiah lainnya itu seperti rakyatnya di tempat dan tanah yang sama.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><a href="https://2.bp.blogspot.com/-rgnNXC4iLrU/V84rjY7ALdI/AAAAAAAACO8/gxGI1Aa3bLU3YZa6dXS72aRxzDqTdFq8QCLcB/s1600/Inilah%2BMakam%2BRaja%2B%25E2%2580%2598Abdullah2.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="598" src="https://2.bp.blogspot.com/-rgnNXC4iLrU/V84rjY7ALdI/AAAAAAAACO8/gxGI1Aa3bLU3YZa6dXS72aRxzDqTdFq8QCLcB/s640/Inilah%2BMakam%2BRaja%2B%25E2%2580%2598Abdullah2.png" width="640" /></a><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tak ada semen, tak ada keramik-keramik mahal yang menyelimuti tanah gundukannya. Hanya dua papan kayu yang menghujam.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Tak ada nama dan tulisan bahwa kuburnya adalah kuburan seorang raja. Semua kuburan berbentuk dan berukuran sama. Tak ada pemakaman khusus. Semuanya sama disejajarkan dengan para rakyat jelatanya.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Sungguh, semuanya sunyi dari keharaman dan begitu sederhana untuk kuburan seorang pemimpin.</span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Terima kasih wahai pelayan kaum muslimin di seluruh dunia. Engkau berjasa dan di akhir hayatmu engkau telah mengajarkan sebuah kesederhanaan.&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">sumber :</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,sans-serif;">https://www.islampos.com/inilah-kubur-raja-abdullah-160285/ </span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"></span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-67465980751470348172016-09-05T18:27:00.002-07:002016-09-05T18:27:14.837-07:00Mengapa Kapten San Jin Gu Memeluk Islam<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">KAPTEN San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://4.bp.blogspot.com/-wnQmMoD-k2w/V84bUARfcDI/AAAAAAAACOs/fp8UI9M5xfoMyIIw7Dvq1Xfh3W9CI8PyACLcB/s1600/Mengapa%2BKapten%2BSan%2BJin%2BGu%2BMemeluk%2BIslam.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="380" src="https://4.bp.blogspot.com/-wnQmMoD-k2w/V84bUARfcDI/AAAAAAAACOs/fp8UI9M5xfoMyIIw7Dvq1Xfh3W9CI8PyACLcB/s640/Mengapa%2BKapten%2BSan%2BJin%2BGu%2BMemeluk%2BIslam.png" width="640" /></a><br />&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.<br /><br />Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.<br /><br />Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.<br /><br />Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.<br /><br />Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya – untuk juga memeluk Islam. [sahabatstars]</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">sumber : islampos.com</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-77745339312519392202016-09-05T01:23:00.003-07:002016-09-05T01:23:40.036-07:00 Inilah Pasukan Islam yang Mampu 'Berjalan' di Atas Air <div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Seperti yang kita tahu jika air adalah benda cair yang wujudnya berubah-ubah sesuai dengan wadahnya. Oleh karena itu, sulit dipahami jika ada orang yang dapat berjalan di atas air, kecuali para pesulap dengan triknya. Tapi, ternyata ada pasukan Islam yang bisa berjalan di atas air.<br /><br />Islam tidak akan akan mencapai kejayaan apabila tidak meneladani dakwah Rasulullah, para sahabat, dan penerusnya terdahulu dalam imam. Mereka adalah sebaik-baik teladan. Apabila kita mengikuti kejayaan dan keselamatan di dunia bahkan sampai akhirat maka kita harus merngikutinya. Begitu juga sebaliknya, dimana orang yang menolak dakwah itu maka akan mendapatkan kesulitan dan kehinaan di akhirat maupun dunia.<br /></span><br /><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><a href="https://2.bp.blogspot.com/-I6CUbdNxHPA/V80rb-7XC-I/AAAAAAAACOY/bBoe9wBOO8YhKk4mV-9nR6NGFG8S7Z0dQCLcB/s1600/Inilah%2BPasukan%2BIslam%2Byang%2BMampu%2B%2527Berjalan%2527%2Bdi%2BAtas%2BAir.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="396" src="https://2.bp.blogspot.com/-I6CUbdNxHPA/V80rb-7XC-I/AAAAAAAACOY/bBoe9wBOO8YhKk4mV-9nR6NGFG8S7Z0dQCLcB/s640/Inilah%2BPasukan%2BIslam%2Byang%2BMampu%2B%2527Berjalan%2527%2Bdi%2BAtas%2BAir.png" width="640" /></a><br />&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Di antara generasi terdahulu yang luar biasa yaitu kumpulan pasukan yang terdiri dari 300.000 umat muslimin. Mereka dapat berjalan di atas sungai tanpa menggunakan perahu dan tak ada satupun orang yang terseret arus sungai kecuali satu wadah minuman.<br /><br />Pasukan ini dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqqash. Mereka menyeberangi sungai yang bernama sungai Tigris di Irak dimana pada saat itu sedang terjadi banjir dengan arus yang sangat deras. Mereka berniat menundukkan peradaban Persia setelah mengetahui dakwah santun yang diterimanya. Inilah ciri-ciri orang taqwa yang bisa dicontoh.<br /><br />Dikatakan jika peristiwa penyeberangan pasukan di atas sungai itu adalah peristiwa yang aneh sepanjang sejarah. Seluruh pasukan berhasil menyeberangi sungai itu dengan selamat. Hanya ada satu wadah air yang hanyut meskipun setelah itu dapat ditemukan kembali. Ketika mengetahui peristiwa ‘ngubek’ sungai untuk mencari satu wadah yang hanyut, panglima Persia berkata bahwa alangkah menakjubkan peristiwa itu. Bagaimana jika yang hanyut adalah satu nyawa diantara pasukan mereka.<br /><br />Pasukan Persia berlarian karena takut. Saat berlari, ia juga meneriakkan kata ‘Dewana amadan’ sampai dua kali. Kalimat ini berarti ‘orang gila telah datang’. Pasukan Islam ini belum pernah tertandingi hingga saat ini. Mereka merupakan sekelompok orang yang tak hanya menguasai kemajuan di zamannya, tetapi juga orang-orang yang sederhana dan memiliki keimanan baja serta ketaqwaan yang sangat tinggi.<br /><br />Mereka tak pernah lupa untuk selalu menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya sesembahan yang pantas dan tidak ada satu pun yang bisa menandingi-Nya. Pasukan tersebut berisi orang-orang yang tidak pernah takut atau putus asa di hadapan musuh karena Rasulullah dijadikan sebagai teladan yang memiliki keberanian dalam segala aspek.<br /><br />Berdasakan kisah taqwa menurut Islam ini, kita dapat menjadikan mereka sebagai tauladan untuk bangkit dan semangat menjalani hidup. Apapun halangan dan rintangan yang ada di depan, maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah karena Allah pasti akan membantu setiap hamba-Nya yang berusaha dan berserah diri. Karena berputus asa termasuk perbuatan dosa sehingga harus dihindari. Percayalah bahwa Allah akan selalu memberikan jalan bagi setiap masalah yang ada sehingga kita tidak perlu takut untuk mengahadapi masalah dalam hidup.<br /><br />Sebagai seorang muslim, kita harus rela berkorban demi agama Islam, seperti yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya dalam berperang karena membela ajaran Allah, bahkan mereka rela mengorbankan nyawanya. Inilah mengapa seseorang perlu memiliki ketaqwaan kepada Allah yang kuat, karena Allah akan selalu membantu hamba-Nya yang bertaqwa.<br /><br />Sumber: Viva.co.id </span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.comtag:blogger.com,1999:blog-4498546793016026982.post-31691821148371066702016-09-05T01:06:00.001-07:002016-09-05T01:06:05.907-07:00Tolak Israel, Malaysia Gagal Jadi Tuan Rumah FIFA 2017<div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">Kuala Lumpur - Pihak Malaysia telah mengundurkan diri untuk menjadi tuan rumah Kongres FIFA 2017 setelah menolak untuk mengikuti aturan acara dari pusat yang mengharuskan negara tersebut untuk mengeluarkan VISA untuk delegasi Israel serta menampilkan bendera Israel selama kongres.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /></span></div><div style="text-align: justify;"><a href="https://3.bp.blogspot.com/-JK0Y_sgCGAM/V80nUO7-zYI/AAAAAAAACOM/azh7AufVQ-QjhEqk0o_CY0iHlUe6KngZACLcB/s1600/Tolak%2BIsrael%252C%2BMalaysia%2BGagal%2BJadi%2BTuan%2BRumah%2BFIFA%2B2017.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="420" src="https://3.bp.blogspot.com/-JK0Y_sgCGAM/V80nUO7-zYI/AAAAAAAACOM/azh7AufVQ-QjhEqk0o_CY0iHlUe6KngZACLcB/s640/Tolak%2BIsrael%252C%2BMalaysia%2BGagal%2BJadi%2BTuan%2BRumah%2BFIFA%2B2017.png" width="640" /></a><span style="font-family: Verdana,sans-serif;"><br /><br />Namun secara resmi, Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia Afandi Hamzah mengatakan bahwa alasan ditolaknya amanah tersebut dikarenakan masalah keamanan.<br /><br />"Kami disarankan oleh pemerintah setempat untuk menarik diri dari tuan rumah kongres karena masalah keamanan." ujar Afandi kepada AFP pada Rabu (31/8).<br /><br />Ia menolak untuk menguraikan lebih detil terkait masalah keamanan tersebut, namun pendapatnya berkaitan dengan komentar yang dilontarkan oleh Wakil Perdana Menteri Zahid Hamidi pada minggu lalu.<br /><br />Pada tanggal 12 Agustus, Zahid mengatakan bahwa lebih baik Malaysia tidak menjadi tuan rumah kongres pada Mei 2017 mengingat risiko atas negara-negara yang menghadiri acara tersebut. Zahid juga mengatakan bahwa Malaysia tidak dapat menjamin VISA untuk delegasi dari negara-negara tertentu seperti Israel karena tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negaranya.<br /><br />"Beberapa persyaratan acara dapat menjadi masalah besar, termasuk penempatan bendera Israel di atas meja selama kongres, jadi kami memahami sensitivitas rakyat di negeri kami ini. Setelah membandingkan manfaat dan risiko, lebih baik Malaysia menghindari menjadi tuan rumah," kata Zahid kepada wartawan.<br /><br />Seperti diketahui, Malaysia dijadwalkan akan menyelenggarakan Kongres FIFA&nbsp; ke-67 di Kuala Lumpur pada 11 dan 12 Mei 2017. Sedangkan Moskow akan menjadi tuan rumah kongres pada 12 dan 13 Juni 2018.</span></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: Verdana,sans-serif;">&nbsp;Sumber: BersamaIslam</span></div>Chandra Kartikohttps://plus.google.com/111709856657711968989noreply@blogger.com