Anggota Parlemen Kanada Ini Justru Hormati Ramadhan dengan Turut Berpuasa


Tak hanya berpuasa, Holland juga ikut mengumpulkan dana sedekah melalui Give 30 yang berhasil menggalang USD 300.000 (sekitar Rp 4 miliar)
Anggota Parlemen Kanada Ini Justru Hormati Ramadhan dengan Turut Berpuasa
Anggota parlemen dari Partai Liberal Kanada Mark Holland mengejutkan dunia ketika mengakui turut berpuasa selama sebulan saat Bulan Ramadhan
Terkait

Jika di Indonesia media-media nasional justru meributkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang warung buka di siang hari di Bulan Ramadhan, di Barat justru sebaliknya. Seorang anggota parlemen dari Partai Liberal Kanada Mark Holland mengejutkan seluruh dunia ketika mengakui turut berpuasa selama sebulan saat Bulan Ramadhan.

Pengakuan yang dibuat ketika sidang parlemen baru-baru ini sekaligus memicu rasa kagum umat Islam seluruh dunia.

Menurut Holland, dia ingin berpuasa demi merasakan pengalaman orang susah dan pada saat yang sama mendukung organisasi amal yang dikenal sebagai ‘Give 30’.

’’Untuk kali kedua, saya akan menjalani puasa Ramadhan,’’ ucap Mark Holland, anggota Majelis Rendah (House of Commons) Kanada pekan lalu sebagaimana dikutip CBCNews.

“Tahun lalu, saya berkesempatan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan. Ini adalah sesuatu yang saya akan lakukan lagi untuk mendukung amal yang disebut nama ‘Give 30‘, yaitu dengan menggunakan uang yang seharusnya dibelanjakan untuk makan setiap hari ketika berpuasa diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Khusus untuk bersedekah, dia menyalurkan donasinya lewat Give 30. Sebenarnya, organisasi amal yang berdiri pada 2012 itulah yang kali pertama menginspirasi tokoh Partai Liberal tersebut untuk berpuasa. Dan, bersedekah.

’’Sesungguhnya, semangat Ramadhan sangat universal. Yakni, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan,’’ ujar Ziyaad Mia, pendiri Give 30. Sebagai muslim yang tinggal di Kota Toronto yang majemuk, pengacara HAM tenar tersebut ingin menularkan semangat Ramadhan itu kepada semua orang. Tidak hanya kaum muslim, tapi juga mereka yang bukan pemeluk Islam. Inilah pidatonya terkait pengalaman menghormati Ramadhan.

“Ketika saya berpuasa, itu adalah pengalaman yang luar biasa karena dapat merasa apa yang dirasakan orang susah alami ketika lapar. Tentu saja, saya merasa sangat lega ketika sudah di penghujung waktu berbuka.

“Tapi, tidak bagi sebagian anak-anak di Kanada dan di seluruh dunia yang susah. Mereka harus melalui sepanjang hari dan mencoba untuk belajar menyesuaikan diri untuk masa depan mereka tanpa bantuan makanan.

“Amal ini memberi peluang untuk kita berpikir itu dan menggunakan daya Ramadhan untuk membantu orang lain,” ujarnya.

Data pemerintah menyebutkan, setiap bulan ada sedikitnya 400.000 orang yang kelaparan di Provinsi Quebec.

’’Sebanyak 150.000 di antaranya adalah anak-anak,’’ terang Food Banks of Quebec sebagaimana dilansir CBCNews.

Quebec merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terpadat kedua di Kanada. Karena itu, Give 30 menyalurkan sebagian besar bantuannya ke Quebec.

Sejauh ini, Give 30 sudah berhasil menggalang dana sebesar USD 300.000 atau sekitar Rp 4 miliar. Itu merupakan akumulasi jumlah donasi sejak 2012. Sementara itu, khusus tahun ini, organisasi tersebut sudah mampu menghimpun dana sampai USD 17.557 (sekitar Rp 234,2 juta) selama empat hari pertama Ramadhan. Dana yang terkumpul itu lantas disalurkan ke 11 bank makanan (food bank) untuk diwujudkan dalam bentuk makanan.

Ucapan Holland tersebut turut mendapat tepuk tangan meriah dan standing ovation dari anggota parlemen yang lain.

Keterlibatan Holland dalam aksi puasa dan sedekah ala Give 30 menuai reaksi positif dari Mia. Dukungan tokoh-tokoh publik tersebut akan menjadi promosi sekaligus iklan bagi masyarakat. Biasanya, teladan baik yang diberikan tokoh-tokoh publik itu akan langsung diikuti publik. Fenomena tersebut bakal menguntungkan Give 30 yang memang membutuhkan banyak dana dalam aksinya.

Bukan hanya Mia sebagai pendiri Give 30 yang memuji Holland, tapi juga tokoh kerajaan Jordania. Kemarin, melalui akun resmi Twitter-nya, dia menuliskan dukungan langsung untuk Holland. ’’Politikus dari parlemen Kanada ikut menjalani (puasa) Ramadhan. Bravo!’’ tulis Ratu Noor al Hussein dari Jordania. Pujian senada disampaikan para pemimpin negara lain kepada Holland.

Muslim adalah komunitas agama yang paling cepat berkembang di Kanada, menurut kantor statistik negara itu, demikian menurut Statistik Kanada.

Populasi Muslim Kanada meningkat 82 persen selama dekade terakhir – dari sekitar 579.000 pada tahun 2001 menjadi lebih dari 1 juta pada tahun 2011. Muslim mewakili 3,2 persen dari total penduduk Kanada. *

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

sumber :
http://www.hidayatullah.com

Subscribe to receive free email updates: